Belajar : Otodidak atau Bimbingan tutor ?

Maaf ya, saya baru muncul blog lagi sejak beberapa hari yang lalu 🙂

Ada yang pernah ikut les nggak? semua orang juga pernah merasakan ikut les, hehe. Yaah nggak semuanya aja sih, mungkin kalian juga pernah ikut les atau nggak. Kenapa sih saya jadi bahas tentang les, ijinkan saya menulis disini dengan gaya bicara yang sesuai dengan saya dan tetap santai ngomongnya.

Jadi gini, akhir-akhir ini saya memang sibuk ngurusin hal lain yang membuat blog ini mulai terbelangkai. Kenapa saya jarang nulis lagi? (perasaan saya sudah ngomong ini ratusan kali, deh) nggak papa kok karena beberapa pembaca yang baru baca blog saya ini belum tahu saya ini siapa, kalau kalian tahu tentang saya sebaiknya mohon diam saja :). Pertengahan tahun ini memang saya udah mulai jarang mengisi di blog ini lagi karena saya terfokus dengan kegiatan belajar/ kuliah online yang harus saya ikuti di masa pendemi ini termasuk ikut les/ kursus. Sekarang saya jadi rajin banget nyari tempat les online atau kursus yang tujuannya ingin menambah skill pengetahuan dan hobinya juga.

Photo by Theo on Pexels.com

Emang saya ikut kursus apa aja? menulis & bahasa asing, saya sendiri udah pertama kali ikut kursus online sejak maret dan waktu itu ngambil kelas bahasa Belanda. Saya udah kenal bahasa Belanda dan iseng-iseng main di aplikasi Duolingo dan lumayan konsisten lah sampai naik level, mungkin bagi kalian yang belum tahu aplikasi Duolingo itu tuh aplikasi belajar bahasa asing yang punya banyak pilihan bahasa asing yang bebas kalian pilih, di aplikasi tersebut terdiri dari beberapa macam soal huruf, kosakata, sampai grammar. Untuk memulai belajarnya kita harus belajar dari huruf / kosakata gitu yang sesuai dengan tingkat levelnya, tetapi kekurangan aplikasi bagi saya tuh transletenya karena disitu cuman hanya translate bahasa inggris doank sehingga saat saya mau belajar rada sedikit susah ketika mau terjemahinnya.

Oh iya, untuk mau belajar hal baru itu ada terdapat dua jenis yang sering kita pakai sehari-hari, yaitu otodidika atau meminta bimbingan online dari tutor. Saya sering memakai dua-duanya ketika ingin belajar bahasa asing atau menulis setiap hari dan diantara keduanya itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Otodidak

Otodidik itu kalau artikan berarti belajar sendiri tanpa meminta bantuan dari orang lain seperti tutor, alasan memilih untuk belajar otodidak supaya ingin mandiri dan semakin paham tentang ilmu pengetahuan yang akan dipelajari. Sering banget saya belajar bahasa asing secara otodidak dan kalau mau nyari materi biasanya belajar dari youtube atau lewat sosial media, tetapi juga bisa kok dari kelas menulis berbasis wa, kelebihan belajar otodidak tuh bahwa saya bisa belajar secara mandiri dan sebisa mungkin memahami materi dari tutor online di youtube. Terus juga bebas mau belajar hari apa saja dan bisa mengendalikan manajemen waktu.

Tetapi otodidak itu belum tentu mudah, justru menurut saya tuh belajar otodidak tetap aja nggak ngerti dengan materi bahasa asing dan bingung sendiri kalau nggak punya tutor online dari kursus apalagi nggak ikut kursus sama sekali. Belum lagi bingung mau belajar dari mana dan agak sulit nyari materi/ soal berkualitas di internet.

Kelas grup bahasa Belanda
Kelas grup bahasa Korea

2. Bimbingan Tutor

Kalau perbedaan yang kedua bimbingan dari tutor itu berarti belajar online lewat kursus yang sering dipromosikan di sosial media di saat masa pandemi. Yup, sejak pandemi berlangsung semua kursus diubah menjadi online dan bisa belajar di rumah, yang paling saya suka tuh gaya pengajar tutornya dengan santai mengajarnya sambil bertatap muka langsung ke para peserta. Yang enaknya lagi saya bisa mendapat modul pdf gratis serta e-sertifikat sebagai syarat mengikuti belajar hingga ikut ujian.

Meskipun nyaman tapi tetap saja ada nggak enaknya juga, yang nggak enak bagi saya tuh masalah biayanya yang kadang murah atau kadang cenderung mahal. Belum lagi soal para peserta yang begitu banyak sampai terus spam chat di zoom yang membuat saya merasa terganggu, jangankan sering spam chat, audio mereka yang bikin gaduh aja juga iya. Itulah alasan kenapa saya nggak terlalu suka ikut kursus online bareng peserta jika kapasistasnya terlalu banyak.

Makanya itu saya pingin memilih untuk kursus private saja tetapi harganya jauh lebih mahal daripada kelas biasa karena ditambah biaya pertemuan juga. Saya pernah nemu kelas private bahasa Korea yang harganya lumayan murah sekitar 65K dan ternyata malah tambah mahal lagi karena dikenakan biaya pertemuan, tapi ya untung saya pernah ikut kelas private meskipun hanya sekali saja. Tetapi saya masih belum puas 🙂

Kelas private bahasa Korea

Kalian milih belajar otodidak atau ikut kursus?

Satu tanggapan untuk “Belajar : Otodidak atau Bimbingan tutor ?

  1. Aku kalo selalu mampu ya lebih pengen kursus aja semuanya. Karena belajar sendiri tuh emang susah banget. Aku pernah iseng belajar gitar dan nggak ke mana mana akhirnya. Tapi aku udh les piano bertahun2 dan lumayan bisa. Aku juga les bahasa perancis yang dilanjutkan semasa pandemi. Untungnya sekelas cuma 10an orang nggak terlalu rame hehehe tapi membantu bangett.

    Menurutku kekurangan belajar otodidak yang paling besar itu ya nggak ada tekanan. Kalau sudah capek dan mau menyerah ya tinggal udahan. Makanya harus disiplin dari kita sendiri. Dan menurutku harus tetap punya orang untuk ditanya tanya entah itu teman atau hanya komen di blog orang karena suatu saat pasti kita akan mengalami kesusahan. Wkwk jadi curhat nih aku.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s