Les online

Alasan saya kembali menulis di blog ini lagi karena lagi kangen-kangennya ngeblog rutin dan punya kesempatan waktu luang untuk menulis disini. Tahun ini saya udah jarang ngeblog lagi karena macam kesibukan di dunia nyata yang harus saya selesaikan, dan akhir-akhir ini juga saya merasa kehabisan ide termasuk mau membuka awal tulisan ini. Mungkin karena saking jarangnya saya menulis disini lagi.

Selain itu alasan keduanya karena saya lagi fokus ngembangin hal diri dan pingin ikutan macam les online. Sejak musim pandemi gini semua kegiatannya diberlakukan secara online sehingga mau nggak mau harus beradaptasi menyesuaikan kegiatan daring online yang sebagiannya belum paham oleh orang-orang meskipun hanya tahu sebatas media online saja. Misalnya aja nih Zoom, sebelum pandemi Zoom belum terlalu terkenal dan jarang sekali dipakai sama orang apalagi belum kenal sama sekali tentang Zoom sekarang ini. Setelah negara api (korona) mulai menyerang, orang-orang mulai mengenal dengan istilah daring, WFH, sampai webinar lewat Zoom atau Google Meet.

Oke, balik lagi ke les online. Sampai sekarang les online semakin banyak yang selalu menawarkan kalian untuk belajar hal-hal baru maupun skill-skill yang kalian inginkan. Saya sendiri juga agak sibuk juga sih ngurusin belajar hal-hal baru yang tujuannya ingin belajar hal-hal baru + menambah skill /kemampuan. Dari awal saya udah pernah ingin mencari les online yang sesuai dengan minat saya, sayangnya hambatan untuk mengikuti les online adalah masalah biaya yang cenderung mahal, jarang sih ada yang gratisan. Biasanya kalau biaya les online gitu khusus jenis yang premium saja yang disitu punya banyak benefit yang lengkap serta mendapat pengetahuan luas yang disampaikan oleh tutor, masalah kedua saya yang merasa suka menghambat mengikuti les online itu nggak kosentrasi. Entah karena jumlah pesertanya yang banyak dan berisik di kolom chatnya juga membuat saya kadang nggak fokus dengan materinya, sebenarnya sih saya nggak terlalu suka ikut kelas online bareng peserta yang lain cukup banyak dan saya pribadi lebih suka les online private supaya mudah ngerti tentang materi yang sudah disampaikan oleh tutornya. Tetapi masalahnya itu biayanyan, loh! 😦

Emangnya kamu udah pernah ikut les online apa?”

Macam-macam sih, dulu saya pernah ikutan ikut kelas menulis KBM. Bukan les sih bisa dibilang kayak kelas online gitu, selama belajar di KBM tugasnya juga agak aneh sih kalau menurut saya yaitu disuruh ngundang 5 teman untuk join ke kelas KBM, kalau misalnya belum mendapat satu sama sekali atau kurang dapat 5 otomatis bakal di kick dari kelas. HMM…. tugas yang aneh bagi saya, tetapi ini sangat memberatkan dan nggak enak sih bagi saya. Selain ngerjain tugas beban yang diatas itu paling hanya nyimak materi dari tutor pengajar dan habis itu disuruh nulis di KBM App selama 30 hari + bikin buku antologi. Selain KBM masih ada lagi kelas online menulis yang pernah saya ikuti cuman hanya bertahan sebentar saja karena saya merasa nggak puas dengan beberapa materi yang disampaikan oleh tutor atau ngajarnya terkesan datar sih. Kebanyakan terdapat di beberapa kelas literasi online yang sering saya temui di WA.

Anyway, sekarang saya ikut kursus online bahasa asing yang setidaknya hanya ikut 3 bahasa asing sih. Yaitu ikut kelas Bahasa Jepang, Korea, dan Belanda. Pertama kali saya ikut kelas bahasa asing itu yang bahasa Belanda. Alasan saya belajar bahasa Belanda karena suka sekali ketemu beberapa serapan kata bahasa Indonesia dari bahasa Belanda serta bahasa Belanda juga cukup langka dan jarang ada orang-orang belajar bahasa ini, bahkan kursus online bahasa Belanda pun juga lumayan sedikit sih yang saya temui di sosmed. Dan juga saya juga suka sama kehidupan di Belanda termasuk sejarahnya dengan kisah yang panjang tenang bagaimana Belanda bisa menguasai wilayah Indonesia sampai ke akar-akarnya (Budaya, bahasa, pendidikan, dll.)

Selain belajar bahasa Belanda saya juga belajar 2 bahasa asing lainnya yaitu Jepang dan Korea, pertama kenapa memilih belajar Jepang karena saya memang ada mata kuliah bahasa Jepang di kampus saya dan masih ingat sebagian bahasa Jepang waktu dulu jadi mahasiswa sastra, jadinya saya milih memutuskan untuk belajar dengan mandiri dan mengingat-ngingat lagi materi yang pernah saya pelajari waktu kuliah dulu. Saya sendiri nggak terlalu suka anime sih, tetapi juga sering kok denger lagu-lagu Jepang yang menurut saya paling enak. Sedangkan memilih belajar bahasa Korea karena dari dulu saya juga pingin nyoba belajar bahasa Korea cuman belum kesampaian dan pernah berhenti di awal karena belum punya waktu atau masih minder belajar ini, dan sekarang saya lagi ikut les online bahasa Korea. Selain itu, alasan kedua saya karena udah jelas kalau saya ini suka Kpop karena sering dengar lagu-lagu Korea yang sedang ngetren, tetapi kalau drakor saya nggak begitu suka karena diri saya bukan termasuk hobi menonton film. Dulu pernah suka nonton drakor tetapi sesuai genre yang saya suka dan bukan pecinta romantis, udah gitu nonton drakor cuman mau lihat pemainnya yang saya suka aja sih 🙂

Sayangnya sih saya udah nggak ngikutin nonton drakor lagi karena saya jarang banget nonton film dan rasanya juga agak lelah kalau marathon nonton drakor per-episode sampai habis, untung saya nggak pernah ngalamin. Kalau reality show juga sama nggak terlalu suka sih, tapi saya suka liat cuplikan reality show kpop yang menurut saya lucu, sampai sekarang saya belum punya drakor/ reality show favorit sama sekali ^^

Kurang lebih seperti itu cerita saya ketika mengikuti les online.

5 tanggapan untuk “Les online

  1. Aku juga tidak terlalu tertarik dengan kelas menulis, apalagi kalau ada syaratnya untuk saling ajak mengajak, langsung muak deh aku. Mungkin karena aku sdh malas belajar ya, jadinya aku lebih suka otodidak dan mengalir apa adanya.

    Suka

    1. saya lebih suka nyari kayak kelas menulis biasa gitu, cukup materi dan praktek tugas. Sekarang di grup wa banyak mom macam-macam kelas menulis gratis. Biasanya kebanyakan basic nya kayak puisi, cerpen, sama bahasa gitu. Saya sekarang lebih ikut kelas gratis di grup wa

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s