Ketika harus berpisah dengan hewan yang kita sayangi

Ada yang suka pelihara hewan di rumah gak nih, pastinya ada donk termasuk aku sendiri, hehehe. Pelihara hewan itu senang banget bagi kita semua karena mereka seperti menganggap kita adalah seorang teman atau bagian dari anggota keluarga kita sendiri. Jadinya kita gak merasa kesepian di rumah karena sudah punya teman sendiri yang akan selalu menemani hari-hari kita saat sedang ditinggal sendiri di rumahnya, yaitu hewan peliharaan.

Kita pun juga pasti merasa sedih karena harus berpisah dengan hewan yang sudah menganggapnya sebagai bagian keluarga/ teman ketika salah satu hewan peliharaannya harus diadopsi oleh babu majikan orang lain. Baik punya hewan banyak maupun cuman satu hewan saja yang pastinya kayak merasa kesepian lagi dan ujung-ujungnya sampai ada yang nangis ketika rela ditinggal hewan kesayanganmu ke keluarga lain beserta tempat barunya, jangankan harus diadopsi ke majikan yang lain apalagi kalau kita ditinggal pergi oleh hewan kesayanganmu yang sudah tiada 😦

Aku sendiri sudah lumayan banyak punya macam hewan di rumah, pokoknya rame banget lah, berisik iya udah kayak kebun binatang. Jadi gini, aku tuh punya banyak macam-macam hewan peliharaan yang hampir memenuhi teras rumah, ada burung, ikan, hamster, sampai kelinci. Salah satu diantara hewan di rumahku itu yang paling suka adalah kelinci dan hamster, saat ini aku masih punya 5 kelinci di rumah dan memutuskan fokus merawat satu hewan aja karena semua hamster dirumahku tuh udah mati semua sejak lama karena agak gak diurusin dan sampai-sampai hampir lupa jarang kasih makanan, tapi kalau minum sih lumayan sering lah aku kasih karena hamsterku tuh kadang suka cepat haus. Yaah karena terlalu fokus ngurusin ke hewan yang lain termasuk kelinci dan burung akhirnya mati deh hamster aku, sayang banget kan mana hamsternya masih baru lagi belum lagi satunya udah punya keluarga lengkap yang mau tak mau harus menemui ajalnya 😦

Percuma sih daripada sering beli hamster lagi terus mati lagi yaudah deh keluargaku memutuskan untuk fokus saja merawat kelincinya. Btw kelinciku itu salah satu hewan yang paling disayang oleh keluargaku di rumah sampai-sampai sudah berkeluarga lengkap sampai keturunan hampir 4 generasi, bayangin gak tuh gimana banyaknya tuh kelinci. Sayang sih beberapa diantara keturunan generasinya udah ada yang mati dari masih bayi bahkan ada yang udah mati pas masih bocil.

Ibu (tengah) dan anak 2 (kiri dan kanan)

Aku udah berpengalaman memelihara kelinci di rumah, bahkan dari dulu pas aku masih kecil udah pernah pelihara kelinci meskipun masih awam aja alias gak tahu gimana peliharanya dengan benar. Keinginan pelihara kelinci itu sekitar 3 tahun kalau gak salah tahun 2018, waktu itu beli sepasang yang masih bocil jenis rex coklat dan satunya warna hitam. Tetapi perlahan-lahan udah mati semua gara-gara kena penyakit kayak koreng di sekujur tubuhnya dengan kondisinya yang begitu miris kalau lihatnya, mungkin karena tukang jual kelincinya nggak di kasih obat atau vitamin gitu sih. Beberapa hari kemudian beli lagi yang sepasang sejenis 2 anggora warna hitam putih dan coklat, tetapi mati lagi yang coklat entah aku gak tahu matinya kenapa pokoknya cuman tergeletak kaku aja di lantai (mungkin gara-gara gak sengaja makan sesuatu yang beracun) jadinya tinggal si hitam putih aja deh. Terus beli lagi yang jenis dutch abu-abu putih dan lagi-lagi mati terus karena penyakit koreng lagi, tahun 2019 aku beli kelinci lagi yang sepasang beda jenis, satunya tuh abu-abu lokal betina dan satunya lagi tuh jenis apa yaa pokoknya jenis campuran gitu deh warna coklat berkelamin jantan. Waktu itu mereka masih kecil alias pada bocil semua.

Ngambil foto dari IG Story aku

Akhirnya kelinci anggoraku di rumah ada temennya deh dan suka dikasih makan sayuran sama pelet kecil, waktu itu yang dua kelinci (dewasa) yang difoto itu masih kecil semua dan belum terbiasa main di teras rumah tapi lama-lama udah mulai terbiasa beradaptasi di rumah dan udah deh lari kemana-mana. Beberapa minggu kemudian kelinci anggoraku dikasih ke orang lain karena ayah aku tuh lagi menjual salah satu burung + bonus gratis kelinci anggora, jadinya hanya tinggal 2 kelinci aja deh di rumah dan terus dirawat sampai sekarang. Sekarang udah pada dewasa semua dan beberapa kali punya anak terus sampai punya cucu yang lumayan banyak.

Well ini ceritanya panjang banget deh asal mula keluarga kelinci sampai punya anak dan cucu. Butuh ekstrak belajar nih untuk cara pelihara kelinci yang benar dan ngerawat anak-anaknya yang masih bayi, udah beberapa kali gagal karena bayi-bayinya habis dimakan sama tikus sampai bangkainya ada yang ditemuin di dalam mesin motor. Akhirnya kelinci abu-abu aku beranak lagi deh sehingga aku jadi ngerti cara ngerawatnya sekaligus jagain anaknya dengan benar, biasanya kalau menjelang malam aku selalu pindahin kandang kelincinya ke tempat kamar mandi dan ditutupi kardus/ kain supaya tikusnya gak nyolong bayi-bayi kelincinya lewat celah besi kadang. Dan akhirnya lancar donk ngurusinnya sampai anak-anaknya udah pada dewasa sampai sekarang.

Anak kelinci sekarang

Sudah 2 kali aku berhasil negrawat anak kelinci sampai besar sekarang ini, anaknya udah lumayan banyak lah cuman diantaranya sudah diadopsi sama temen ayah aku dan sepupuku juga. Yeaah sedih banget ya ketika harus berpisah dengan para anggota keluarga kelinci aku, gak hanya anak-anaknya aja orangtuanya juga harus ikutan diadopsi sama orang lain. Kini stok kelinciku jadi tinggal 4 di rumah sehingga rumahnya jadi sepi tanpa kehadiran lengkap dengan keluarga besarnya. Hiksss sedih juga ya padahal udah dirawat dari kecil sampai gede, bayangin kalau digabungin semua tuh ramenya tuh kayak gimana kalau di rumah. Cuman rumahku tuh gak terlalu luas banget karena terasnya juga sempit dan berbatasan dengan gudang sehingga gak ada tempat kadang lagi untuk para anggota keluarga kelincinya.

Sekarang gimana ya kabar kelinci aku disana, pasti mereka pada kangen. Kasihan ya anak-anak dan cucunya berpisah sama orangtuanya ke tempat yang berbeda, sekarang yang aku punya ini hanya anak-anak kelincinya saja dan udah pada gede-gede, yang satunya udah gede bongsor dan tiganya lagi masih pada bocil.

Kelinci yang sekarang

Sepi udah nih rumah kalau gak ada saudara-saudaranya sama orangtuanya juga, tetapi aku sedikit lega sih karena gak nambahin beban lagi yang kudu harus terus bersihin kadangnya sekitar seminggu, kotorannya tuh waah banyak sekali dan pipisnya berceceran dimana-mana sampai tercetak bekas jejak kaki kelinci yang sering nginjakin bekas pipis dan kotorannya.

Gini amat dah punya banyak hewan peliharaan banyak ^^

One thought on “Ketika harus berpisah dengan hewan yang kita sayangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s