Stop! Jangan membaca komentar netizen lagi !!!

Social media adalah sebuah alat penunjang komunikasi yang banyak sekali dipakai oleh para pengguna sebagai interaksi sosial atau sebagai sarana penyebaran informasi digital yang selalu ter-update setiap hari. Zaman sekarang internet sudah semakin canggih dan kini hampir semua berita atu artikel selalu hadir dalam berbentuk media online sehingga kita jadi mudah mencari informasi lewat internet dan sosial media.

Beberapa hari kemarin yang lalu, ada sebuah berita yang mengejutkan bahwa Indonesia didapuk sebagai netizen yang paling tidak sopan di Asia Tenggara, dilansir dari kompas.com menurut laporan Digital Civility Index (DCI),berdasarkan hasil pengukuran tingkat kesopanan di dunia maya menunjukkan bahwa Netizen Indonesia menempati posisi terbawah di Asia Tenggara. Menurut riset yang dirilis oleh Microsoft, Netizen Indonesia memiliki sifat yang paling buruk dengan 8 poin angka ke 76. dimana semakin tinggi adanya tingkat kesopanan, maka semakin buruk juga tingak kesopanannya .

Penyebab yang membuat kelakuan Netizen Indonesia semakin menjadi-jadi karena sebuah faktor: yaitu akibat kepengaruh hoaks berita, penipuan, ujaran kebencian, masalah diskriminasi, sampai kurangnya literasi membaca.

Bagaimana perasaan kalian sebagai netizen membaca berita itu, merasa bangga atau malu? yaah pasti malu donk sebagai orang Indonesia yang dicap buruk karena sikapnya yang sudah kelewat buruk. Menurut aku pribadi sekarang sosial media bisa dibilang sudah tidak aman lagi untuk mencari informasi terupdate karena banyak sekali hoaks-hoaks yang merajalela yang ditambah lagi pendapat-pendapat dari para netizen yang komentarnya itu yang selalu bikin meresahkan.

Makanya itu aku kalau mau baca-baca berita atau artikel di sosial media suka berusaha untuk tidak meng-klik kolom komentar karena gak mau baca komentar-komentar dari para netizen, alasannya karena itu omongan mereka gak usah ditanya lagi, rata-rata kebanyakan mengandung provokasi atau main debat sana-sini yang berunjung adu domba online. Biasanya ini terjadi di berbagai informasi tentang politik atau tentang gosip-gosip artis kontroversi yang banyak sekali rawannya netizen yang kerap menghina publik figur.

Sayangnya aku juga suka kepoin baca komentar netizen dan suka gak sengaja ngeliat ujaran kebencian dari seorang netizen, aku merasa sangat menyesal melihat kolom komentarnya dan kadang juga jadi ikutan membalas komentar netizen nada yang mengejek. Sebenarnya niat aku nggak mau ikut-ikutan campur urusan netizen lain yang gregetnya minta ampun, oleh karena itu aku lebih baik mengurangi baca kolom komentar atau kalau bisa mending baca konten-konten yang bermanfaat atau liat konten-konten lucu yang menghibur seperti konten tentang hewan misalnya, kalau aku sih lebih suka liat-liat konten kucing lucu dan juga suka liat kolom komentar netizen tentang reaksi terhadap tingkah kucing yang menggemaskan. Rata-rata kebanyakan netizen banyak yang suka sekali dengan hewan-hewan lucu seperti kucing karena kebanyakan mereka tuh rata-rata pecinta kucing semua.

Saran dari aku sih bagi kalian yang merasa sensitif atau tersinggung yang suka gampang baperan atau cemas, mending jangan baca komentar-komentar netizen lagi deh saat kalian main sosmed. Karena kini kondisi di sosial media tuh udah gak kondusif lagi karena terjadi maraknya netizen yang masih terus aja nyolot sana-sini yang suka bikin provokasi atau selalu baku hantam online, kalau bisa mending kurangin saja jatah main sosmed atau kalau mau coba puasa sosmed, boleh juga tuh karena itu bisa membuat diri kalian jadi tenang sekaligus ingin rehat total untuk main sosmednya.

Refrensi : https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/26/194500523/netizen-indonesia-paling-tidak-sopan-se-asia-tenggara-pengamat-sebut-ada-3?page=all

14 tanggapan untuk “Stop! Jangan membaca komentar netizen lagi !!!

  1. Menghadapi komentar netijen emang butuh dada yang lapang hehe. Karena kembali lagi ke prinsip sih, bahwa kita hidup kan emang bukan untuk menyenangkan hati semua orang yaa

    Suka

  2. Sebenarnya malu banget sama predikat yang baru-baru ini up ditujukan ke negizen Indonesia, cuma ya mau gimana sepertinya pada kemyataan memang tidak bertolak belakang. Sepakat banget kalau bisa mending dihindari daripada ikut tersulut emosi 🙃

    Suka

  3. Uwaww, ini sebuah penghargaan buat warganet Indonesia (apakah ini ada aku di dalamnya? semoga nggak.
    Indonesia manusia-manusianya pada kreatif sih, jadi berita hoax pun mudah kesebar dan mudah kali dipercaya, karena malas nyari kebenaran dibalik berita tersebut.

    Suka

  4. Benar-benar sekarang ini jempolmu harimaumu ya mbak. Padahal ya nggak saling kenal, tapi kalau komentar bisa pedes2 begitu, ngalahin pedasnya lombok, hehe. Semoga kita dihindarkan menjadi pribadi yang berkomentar semacam itu. Dan bila one day dapat komen yang nggak enak entah di blog atau media sosial apapun, semoga bisa menghadapinya dengan santuy dan kepala dingin.

    Suka

  5. paling lucu sih sebetulnya kalau baca komentar netizen indo, feed atau artikel luar kadang di komen pake bahasa indo dan itu pun gak sopan. udah gitu saling berbalas pula. makanya aku sih santuy aja kalo scroll media, udah tau dark side nya jadi gak terlalu di ambil pusing atau malah jadi cranky. what it seem in social media gak selalu senyata aslinya. sometimes its only….. pencitraan, hihihi

    Suka

  6. jadi inget film apa gitu ya, di sana dijelaskan satu rules untuk menjadi terkenal di dunia maya adalah dengan tidak membaca komentar, karena mungkin memang sering kali masyarakat kita komentarnya lebih banyak yang menjatuhkan daripada yang membangun, hehe

    Suka

  7. Ada kalanya kolom komentar itu dimatikan ya, mbak alya. Aku paling seneng itu nonton komentar channel youtube favorit aku aja, apalagi channel misteri. Duh komentarnya positif-positif semua wis….Bawaannya seneng kan kalau komen-komennya positif

    Suka

  8. Iya setuju. Kadang aku juga bingung dengan orang-orang yang niat membaca komentar yang ratusan dan bahkan ribuan dari suatu artikel berita di platform mainstream. Untuk apa gitu ya, kan cukup sebenarnya kita baca beritanya lalu jadi tau infonya tanpa harus tau netizen bgmn komentar/sikapnya terhadap berita tsb.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s