Ke rumah kakek (revisi)

Cerpen ini sudah dipindahkan ke platform Digstraksi

*****

Sebentar lagi matahari berada di ufuk barat, hari ini sudah menjelang sore.Tampak sekelompok burung terbang di sekitar langit untuk pulang ke rumahnya. Udara pun sudah mulai dingin sebab sebentar lagi sudah memasuki musim gugur, Herminia duduk di atas perahu air sambil menikmati pemandangan Desa giethoorn, sebuah desa yang di mana merupakan salah satu desa tersejuk di Negeri Belanda sekaligus di seluruh penjuru dunia.

Di sekitar desa kecil itu banyak sekali tanaman-tanaman yang indah serta ditumbuhi oleh rerumputan yang sangat hijau. Para pengunjung masih saja berdatangan ke sini untuk sekedar liburan sekaligus menikmati udara segar. Mereka berkeliling di sepanjang sungai dengan menggunakan perahu motor khas Desa itu. Banyak sekali jembatan kecil yang kokoh di seberang sungai seta warganya yang terlihat asyik bermain sepeda di desa itu, serta beberapa rumah-rumah sederhana yang khas masih berdiri kokoh di pinggir sungai.

“Sir, saya mau berhenti disitu saja.”seru Herminia sambil menunjuk ke sebuah tepi pinggir sungai untuk turun dari perahu motor, bapak itu mengendarai perahunya dan menepi ke pinggir sungai itu sesuai dengan permintaan Herminia. Herminia pun turun dari perahu nya dan mengucapkan terima kasih ke supir perahu motor itu. Kemudian Herminia berjalan di sepanjang jalan kecil Desa Giethoorn sambil membawa sebuah bucket Bunga Tulip berwarna ungu untuk kakek nya sebagai hadiah.

Akhirnya Herminia sudah sampai di depan rumah kakeknya, rumahnya terlihat sederhana dan tidak lebar serta atap rumahnya terbuat dari jerami yang sama seperti rumah-rumah tradisional di sekitar Desa Giethoorn. Tetapi rumahnya terlihat kokoh dan megah sehingga terlihat seperti rumah tradisional pada umumnya dan sangat lebih asri, Herminia mengetuk sebuah pintu coklat tua yang terdapat sebuah hiasan natal yang menggantung di depan pintunya.

“Permisi.” ucap Herminia di depan pintunya sambil mengetuk pintunya perlahan agar pemilik rumahnya tersebut masih ada di dalamanya.

klik untuk baca selengkapnya DIbawah ini

digstraksi.com/berkunjung-ke-rumah-kakek/

16 tanggapan untuk “Ke rumah kakek (revisi)

  1. Baca tulisanmu bikin aku rindu sama Almarhum kakekku .. kakekku juga terbilang cuek tetapi beliau sebenarnya sangat sayang pada cucunya … senyumnya sangat tulus

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s