Melampiaskan amarah lewat sosial media

Sekarang masyarakat lebih suka bermain gawai termasuk sosial media, sosial media semakin banyak diminati dan juga lengkap berbagai informasi serta berita up to date yang selalu menyebar lewat konten digital. Indonesia adalah negara yang menggunakan internet terbanyak dan rata-rata masyarakat sangat aktif sebagai netizen di dunia maya dan terus mengoceh terkait konten informasi yang tak jarang selalu menuai perdebatan.

Tujuan netizen di dunia maya seperti sosmed adalah sebagai penikmat konten atau membaca seluruh konten-konten informasi yang selalu marak di sosmed, tak lupa netizen pun selalu memberi like dan selalu meninggalkan jejak komen di kolom komentar. Tetapi banyak juga kok rata-rata netizen hanya cuman silent reader saja alias menyimak konten-konten digital baik tulisan, video, maupun ilustrasi.

Sayangnya beberapa komentar-komentar netizen di sosmed jusru malah berisi ujaran keburukan yang selalu membuat warga netizen semakin rusuh, bagaimana tidak? beberapa komentar seperti penghinaan, menjelek-jelekkan konten informasi dan adminnya, serta juga ada yang komentarnya tuh bikin merasa sensitif atau tersinggung sehingga mereka saling membalas ucapan nyinyiran yang sarkas yang berunjung perang online antar netizen. Kita sering sekali menemukan komentar-komentar kotor ini yang membuat kita tuh merasa kesel dan gemes liat tingkah netizen itu, alasan mereka menulis komentar itu karena hanya mencari sensasi (baca : caper) atau juga sebagai bentuk melampiaskan amarah lewat sosial media.

Menurut aku pribadi kemungkinan netizen yang menuliskan komentar itu karena ia sedang dalam keadaan mood yang kurang baik atau benar-benar lagi kesal dan marah di dunia nyatanya sehingga untuk membuang rasa amarahnya supaya lega adalah dengan cara berkomentar yang bernada kebenciaan atau penghinaan lewat sosmed. Yaahh ini sih caranya adalah cara yang salah malah justru memperparah emosi negatif dan amarah pun menjadi-jadi meskipun hanya melampiaskan kekesalan atau amarah di dunia nyata. Semakin membuang amarah lewat sosmed, bukannya bikin lega malah tambah parah donk karena komentar-komentar buruk yang ia tuliskan itu malah justru di balas dengan ucapan nyinyir sarkas balik sama netizen lain, yaa bagaimana lagi cara menghilangkan rasa amarahnya.

Mungkin beberapa kalian juga pasti ada yang pernah donk mengalami hal begini, begitu juga dengan aku sendiri yang pernah mengalami hal itu. Iya sih emang gak baik kalau melampiaskan amarah dengan cara mengumbarkan ujaran kebencian atau penghinaan lewat sosial media, tetapi kita juga bisa mengatasi untuk mengendalikan emosi negatif yang terus dirasakan oleh diri kita sendiri. Berikut inilah tips-tips untuk mengendalikan emosi berdasarkan pengalaman yang pernah aku coba dan cara ini cukup sederhana asalkan harus niat :

  1. Jika kalian sedang marah atau kesal, tariklah nafas dalam-dalam untuk membuang rasa emosi negatif kalian.
  2. Usahakan jangan bermain gawai apalagi main sosmed jika kondisi kalian sedang buruk, hal ini bisa membuat perasaan kalian semakin naik darah dan belum lagi di tambah stres atau cemas.
  3. Luapkan emosi kalian dengan menulis jurnal harian, supaya perasaan kalian menjadi lega.
  4. Minum air putih yang cukup supaya perasaan kalian kembali lega.

Well itu saja dari penjelasan mengenai amarah lewat sosmed serta tips-tips sederhana untuk mengendalikan emosi, marah sih boleh asalkan jangan meluapkan lewat sosial media dan sebisa mungkin cukup meluapkan emosinya dengan berteriak di tempat yang sepi atau menulis di jurnal harian.

Biasanya cara kalian untuk mengendalikan emosi seperti marah seperti apa ?

11 tanggapan untuk “Melampiaskan amarah lewat sosial media

  1. Alya sedang marah juga ya? Heee..
    Makanya menulis tentang hal ini.

    Tambahan nih! Menurut pengalaman (juga) ada orang-orang yang senang menulis komentar yang sarkastik karena rasa “iri”. Merasa tidak memiliki sesuatu yang orang lain miliki, merasa dunia tidak adil dst. Akar dari masalah ini, perasaan insecure dengan diri sendiri. Merasa tidak cukup dst haa

    Disukai oleh 1 orang

      1. Kebencian. Selain ‘marah’, saya sulit memahami mengapa kita bisa begitu ‘benci’ dengan orang lain atau dengan sesuatu. Apakah sama dengan sifat dualism kita yang membagi hampir segala sesuatu ke dalam dua hal, baik-buruk, hitam-putih, suka-tidak suka- ?
        haaa

        Haaa, kelihatan Mbak.

        Suka

  2. Iya banyak banget yang meluapkan amarahnya di sosmed dengan beraneka ragam cara melupakannya,
    Kalo aku si sosmed bener” gak aku pake buat meluap emosi/beradu argumen/curhat hehe
    Aku meredakan emosinya ya kurang lebih dengan cara seperti tips di atas

    Suka

  3. Terima kasih kak allya untuk tipsnya :’) jujur aku masih suka meluapkan amarah di twitter, tapi kadang selang beberapa hari aku hapus 😦 tapi sekarang lebih sering nangis sih buat meluapkannya huhuhu

    Suka

  4. Astagaaaaa, saya dong udah semangat bacanya, trus kenapa pula gambar si meong itu menggagal fokuskan saya ya, hahahahaha.

    Btw, medsos yang bikin saya cepat tua itu Twitter, sumpah deh, di Twitter itu kebanyakan berkumpulnya orang maha pintar, sampai-sampai merasa dirinya paling hebat di seantero universe, segala macam dikomentari, nyinyir yang sesungguhnya deh.

    Kalau saya pernah juga marah di medsos, tapi marah pribadi, kagak libatin tokoh politik sih hahahaha

    Suka

  5. Aku dulu jaman SMP-SMK sering banget bikin postingan di sosial media saat aku marah. Tapi saat ini udah mulai nggak melampiaskan rasa marah ke sosial media karena menurutku lebih baik posting hal yang baik saja di sosial media.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s