Bagaimana aku mendapat ide untuk cerita fiksi?

Pertanyaan ini sering sekali aku temukan di komentar-komentar pembaca yang menanyakan tentang aku terkait cerita fiksi yang aku buat di blog ini. Banyak sekali macam-macam komentar pembaca yang sampai terheran-heran sampai membuat takjub dengan cerita punya aku sendiri.

“keren, di tunggu kelanjutan ceritanya.”

“Semangat terus yah Mba Alya, cerita nya bikin gereget kalau ada bersambung nya gini hehe. Ditunggu part selanjutnya yah.”

“ceritanya sangat detail dan menarik.”

“Bikin tulisan fiksi gini idenya muncul darimana aja kak? Seriusan nanya. Soalnya aku g bakat nulis fiksi.”

“Keren ih bisa bikin cerpen begini.”

Kurang beginilah komentar-komentar dari pembaca (blogger lain) ketika membaca cerita karya aku, banyak sekali menerima pujian-pujianku sekaligus banyak yang bertanya mengapa sih aku bisa menulis cerita fiksi per-part panjang seperti ini. Komentar inilah yang membuat banjir di blogku dan sampai-sampai aku bingung membalasnya dan kehabisan kata-kata saking banyaknya komentar-komentar dari pembaca.

Daripada aku capek menjawab satu per-satu komentar-komentar blog sampai habis, mending aku menjawab pertanyaan disini saja ya supaya kalian mengerti dan tahu tentang alasanku ini. Sebenarnya alasan aku bikin cerita fiksi ini hanya iseng-iseng aja sih dan you know aku ini suka banget berkhayal (halu) dan suka sekali bermain imajinasi di pikiranku, entah gara-gara habis nonton film kesukaanku atau dengerin musik tuh biasanya jadi pemicu membuat aku jadi berkhayal sendiri. Keseringan berkhayal alias halu inilah yang membuat aku gak sengaja menangkap ide untuk menulis cerita fiksi ini.

Menulis cerita fiksi ini susah-susah gampang, membuat ceritanya tuh gak semudah yang kalian bayangkan dan tetap harus bermain imajinasi serta terus berburu ide untuk menyempurnakan ide-idenya untuk di jadikan sebuah tulisan fiksi. Makanya kalau aku bikin cerita fiksi ini prosesnya lumayan lama karena harus ngumpulin ide-ide nya dulu mau bikin cerita apa dan juga aku masih terus menghayal atau berimajinasi di pikiranku sendiri, belum lagi juga aku harus banyak belajar untuk menulis cerita dengan benar serta tata bahasa macam PUEBI.

Awal membuat cerita fiksi ku ini niatnya pingin cerpen biasa saja sih dan ingin sampai satu part aja, cuman gara-gara kebanyakan ide akhirnya cerita nya malah menjadi tambah panjang dengan kurang lebih dari part 1 sehingga terbentuklah menjadi cerbung (cerita bersambung). Agak susah sih kalau mau bikin cerpen pendek gini malah ceritanya jadi beranak ^^

Rasanya menulis cerbung tuh emang lumayan capek sih dan terus berpikir untuk menentukan gimana jalan cerita selanjutnya. Mau nulis aja kadang suka berhenti-berhenti dan sambil mikir-mikir ini nulis diksinya apa lagi ya, dan juga yang bagian paling sedikit susahnya itu pas mau bikin dialog nya. Aku berusaha mikir untuk nulis kata-kata dialog yang di ucapkan si tokoh yang aku buat, jelasin kata-katanya sedikit susah sih dan harus benar-benar jelas dialognya dan gak begitu baku juga kok. Makanya itu aku juga nulis scene dialog dulu sebelum mau di gabungin dalam sebuah cerbung.

Sekian itu saja deh dari alasan-alasan kenapa aku bisa menulis cerita fiksi seperti ini, bikin cerita fiksi itu cenderung agak sulit dan gak semudah yang kalian bayangkan, kecuali kalau penulisnya sudah ahli banget dalam menulis cerita fiksi. Aku juga masih banyak belajar dan kalian pasti juga sedang belajar donk membuat cerita fiksi yang keren, intinya kita sama-sama sedang belajar menulis. Oh iya, yang mau liat tulisan cerbung fiksi aku bisa cek di beranda blog ku ya.

Btw ini aku juga masih belum selesai nyelesain cerbung aku nih, belum lagi aku mau ngerencanain bikin novel mini di wattpad dan ceritanya nih dari cerita mini yang aku tulis di blog ini yang judulnya the-vampire beserta jajaran cerita sequel di blog punyaku sendiri. Ini aja mau bikin novelnya lebih lama lagi di banding bikin cerita pendek atau cerbung, butuh imajinasi yang kuat dan terus berkhayal lagi atau terus baca buku serta nonton film juga. Siapa tahu tiba-tiba dapat ide mendadak. Oh iya, alasan juga aku buat cerita tentang ini karena aku suka nonton film atau baca-baca tentang hal-hal berbau tentang vampir, gara-gara inilah jadi terbesit punya ide buat cerita ginian.

3 tanggapan untuk “Bagaimana aku mendapat ide untuk cerita fiksi?

  1. Wah, saya sudah lamaaa banget ga nulis fiksi. Dulu sempat agak rajin di tahun 2015-an krn ikut grup fiksi. Grupnya udah ga aktif, saya jg ikutan tenggelam haha…

    Saya belum pernah nulis cerbung. Kuatnya cuma flash fiction. Haha…tapi saya ada blog fiksi pake bahasa Jawa juga. Sebagian besar ceritanya dari kisah nyata.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s