Dilema saat melakukan Self Editing

Self Editing adalah tugas yang paling wajib setelah menulis panjang seperti artikel, cerita, maupun bikin makalah. Mengapa mengedit tulisan itu penting, karena supaya memastikan kalau tulisan kita di pastikan aman dan bebas dari typo dan kesalahan-kesalahan kalimat atau terlihat berantakan supaya tulisannya menjadi jelas.

Kita pun tidak asal mempublish sembarangan saja atau langsung tanpa mengecek dan mengedit terlebih dahulu karena kita belum yakin kalau hasil tulisan kita itu belum tentu benar atau bersih dari segala hal typo atau kalimatnya berantakan jika nggak di cek dan edit terlebih dahulu. Biasanya untuk membutuhkan self editing tergantung juga sih seberapa banyak tulisan yang kita tulis, apakah tulisannya sangat panjang atau pendek. Kalau tulisannya super panjang butuh waktu yang lama untuk mengecek hasil tulisan serta beberapa kali mengedit sedikit jika terdapat sebuah kesalahan. Sedangkan kalau mengecek tulisan pendek seperti caption konten atau surat sih pasti lebih cepat ngeditnya daripada mengedit tulisan panjang udah kayak jalan tol.

Ternyata melakukan self editing alias mengedit sendiri itu nggak gampang banget dan cenderung sulit sampai nggak bisa bedain mana kalimat yang benar atau salah. Masalah ini sering aku alami saat mau proses self editing sebelum mempublish di blog, meskipun sudah edit berkali-kali dan tidak ada kesalahan di tulisanku tetapi masih aja aku merasa ada yang nggak beres dan ada kesalahan sedikitpun terhadap tulisankuu. Kalau kembali cek dan ingin edit tulisan lagi malah jadi tambah capek meskipun sudah di edit sebelumnya bahkan dari dulu, tapi terkadang ternyata masih nggak nyadar ada beberapa kalimat typo atau masih sedikit berantakan di tulisan aku, padahal tulisan aku udah lama sekali dan sudah pernah di edit sebelum-belumnya, tetapi dirinya aku masih belum terlalu yakin.

Tapi nyatanya, aku malah justru jadi cuek dengan kondisi tulisanku yang di biarkan dipublish begitu saja, dan aku juga beberapa kali nggak sempat untuk mengecek dan mengedit kembali tulisanku sebelum di posting di blog karena aku udah capek banget dan mataku jadi seret habis menulis dengan durasi kalimat yang panjang banget sehingga berakhir pusing gegara natap ke layar laptop terlalu lama. Sampai saat ini aku masih agak sedikit nggak beres dengan tulisan-tulisanku di blog, bahkan beberapa dari komentar-komentar dari blogger lain juga menyarankan bahwa tulisanku masih ada typo atau masih ada kesalahan teknis di terdapat tulisanku seperti kalimatnya yang masih berantakan. Entah kenapa mood ku seketika jadi galau dan feeling nya jadi nggak enak dengan keadaan tulisanku.

Ini saja dari keluhan aku tentang masalah self editing terhadap tulisan-tulisanku di blog, mulai sekarang aku jadi perlu berhati-hati untuk menulis di blog ini. Meskipun sebenarnya blog adalah tempat bebas untuk menulis apa saja, aku masih tetap merasa bahwa tulisanku ini sebenarnya masih terlihat berantakan dan banyak sekali macam typo di tulisanku ini dan lainnya, mungkin saja aku masih overthinking dan agak insecure lagi 🙂

4 tanggapan untuk “Dilema saat melakukan Self Editing

  1. Kalau saya setelah menyelesaikan tulisan, biasanya saya endapkan semalam; esoknya baru mulai untuk self editing. Ini semacam terapi buat diri supaya nggak bosan lihat deretan huruf, kata dan kalimat di komputer 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s