Ekspetasi dan realita yang dialami ketika menulis

Menulis punya banyak sekali tantangan yang kita hadapi saat menulis, menulis suatu hal kebiasaan yang sangat disukai oleh blogger atau penulis sebagai wadah karya kreatif dan juga sebagai pekerjaannya. Tak heran, menulis pun juga bisa menadapatkan cuan atau penghasilan yang menjanjikan dengan cara menulis konten di web resmi atau ikut lomba menulis dengan hadiah uang yang menggiurkan.

Banyak yang bilang menulis itu gampang banget karena kita bisa menulis tentang hal apa saja baik curhat maupun bikin cerita, seperti nulis status di sosmed atau menulis diary. Bahkan, nulis chat pun juga namanya menulis. Orang-orang cenderung hanya melihat dari luar menulisnya dan berpikir bahwa menulis itu gampang banget ya dan cuman tinggal di baca atau di publish begitu saja di blog atau di sosmed. Tetapi tidak semudah itu ferguso! menulis itu belum tentu mudah dan asal bebas nulis begitu saja, mungkin orang-orang belum pernah ngerasain menulis itu seperti apa kayak nulis di blog atau nulis cerita fiksi saja. Berbagai macam ekspetasi dan realita yang dialami ketika menulis, apa saja itu?

1. ekspetasi

  • Pengetahuan kita menjadi luas karena keseringan membaca buku sehingga mudah mendapat ide untuk bahan tulisan.
  • Menulis itu adalah hobi paling menyenangkan.
  • Kita bisa bebas menulis hal apa saja sesuai keinginan kita masing-masing.
  • Bisa punya karya sendiri dengan hasil tulisanmu sendiri.
  • Menulis juga merupakan sesuatu kemampuan atau skill istimewa yang harus kita tanamkan
  • Bisa mendapat penghasilan.
  • Semakin sering menulis, semakin tajam kemampuan nulisnya sehingga hasil tulisannya menjadi rapih dan terlihat kece.
  • Menulis juga sebagai self-healing atau mengurangi depresi serta stress, itu juga bermanfaat kok untuk kesehatan mental kita.

2. Realita

  • Tubuh kita menjadi capek atau jenuh (termasuk kepala) akibat terlalu sering menulis tanpa istirahat.
  • Selalu stuck saat menulis di tengah jalan.
  • Kadang suka bingung pas mau nulis dari awal pembukaan atau deskripsi bikin artikel misalnya.
  • Malas adalah salah satu penyebab utama jadi menghambat untuk menulis, jadinya bawaannya pingin rebahan.
  • Kadang kalau mau nulis harus nunggu mood dulu karena kalau mood nya lagi down rasanya tuh kayak nggak minta untuk lanjut menulis.
  • Writer’s block.

Itulah deretan-deretan ekspetasi dan realita yang dialami ketika menulis, di antara kedua itu pasti kita pernah mengalami hal itu ketika sedang menulis. Tetap semangat ya menulisnya!

Kalau menurut kalian pribadi, apa saja hambatan dan alasan kalian suka menulis?

11 tanggapan untuk “Ekspetasi dan realita yang dialami ketika menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s