Kekejaman Polisi di Film Waiting For The Barbarians

Well, sudah lama banget aku gak nonton film dari dulu. Sebenarnya aku gak terlalu hobi nonton film gitu sih, paling cuman nonton film di Tv doank sedangkan nonton di laptop pun aku jarang banget malah. Entah karena males download filmnya dan belum lagi sekarang tuh situs-situs download film di mbah google tuh susah banget kalau mau nyari download gratisan karena gara-gara itu semenjak pemerintah memblokir situs download film yang di anggap ilegal karena isi film nya itu ada yang bajakan. Duh sayang sekali ya jadi rindu Layarkaca sama Indoxxi, wkwkwk.

Semenjak itulah aku udah jarang banget tuh nonton film di laptop dan udah gitu sekarang film-film baru udah keluar dan malah udah langsung HD sejak negara api (baca: pandemi) menyerang. Seluruh bioskop tutup, sedangkan beberapa film baru mengalami kemunduran tanggal rilisnya sehingga mau gak mau kita harus menunggu lama sampai film itu menemukan tanggal rilis yang tepat. Sampai sekarang kalau mau download film di situs web susah banget seperti aku ini, sejak Layarkaca dan Indoxxi hilang di dunia internet. Aku jadi susah nyari situs web download film yang legal dan mudah untuk download filmnya. Udah gitu kebanyakan situs web film/aplikasi download seperti netflik pun harus bayar dulu sebelum download film/ jika kita ingin nonton.

Setelah aku berjuang untuk mencari situs web download film di internet dengan susah payahnya, akhirnya ketemu juga sebuah situs web film yang mirip seperti layar kaca, disitulah akhirnya aku berhasil mendownload salah satu film yang aku tunggu yaitu Waiting For Barbarians. Akhirnya setelah sempat aku tunda untuk nonton film ini dari kemarin-kemarin, akhirnya kesampean juga tuh nonton film ginian, wkwkw.

  • Judul : Waiting For the Barbarians
  • Genre : Fiksi
  • Directed By : Ciro Guerra
  • Screenplay : J.M. Coetzee
  • Cast : Mark Rylance. Johnny Deep. Robert Pattinson, Gana Bayarsaikhan, Greta Sacchi
  • Rilis : – 6 September 2019 (Venice)
    • – 7 Agustus (Amerika)
  • Negara : Italia, Amerika
  • Bahasa : Inggris, Mongolia

Film ini diadaptasi dari sebuah novel yang judulnya sama yaitu Waiting For The Barbarians karya J.M Coetzee. Aku sendiri sedikit gak ngerti maksud cerita di film itu, jadi tuh filmnya itu menceritakan seorang Hakim yang tinggal di sebuah kota kecil tepatnya di area gurun dekat perbatasan. Sedangkan nama kota nya saja gak di ketahui nama kotanya itu apa, sedangkan para penduduk kota itu di juluki sebutan ‘barbar’ (bukan berarti artinya orang-orang paling rusuh alias barbar ala +62 ya, itu mah beda wkwkwk). Si Hakim itu tugasnya tuh kayak jagain pos terdepan dekat perbatasan gitu sih. Situasi distu pun mulai agak berubah sejak kemunculan seorang polisi rahasia yang dingin dan kejam bernama kolnell jol bersama anak buahnya datang untuk menangani kota kecil ini.

Awalnya sih terlihat baik-baik saja dan ia juga bekerjasama dengan hakim untuk menangani penduduk kota kecil itu termasuk untuk masalah tawanan kejahatan gitu. Tapi lama-lama sih Hakim itu sadar bahwa ternyata mereka (polisi rahasia) itu melakukan perbuatan keji dan sadis terhadap si tawanan tersebut.

Well, aku nonton film ini tadi pagi dan jujur sih alu cerita nya agak bingung gimana gitu dan aku sendiri sedikit gak ngerti maksud cerita dari film itu. Kalau nonton film tentang hukum atau kolonial kayak ini tuh emang harus benar-benar konsentrasi alias fokus dengan cerita film itu. Aku udah berusaha mungkin untuk fokus dengan cerita film ini meskipun ada terjadi gangguan seperti tiba-tiba ada telepon dari ibu saat aku lagi asyik nonton film, jadinya aku tetap lanjutin nonton deh sambil telepon sama ibu aku,wkwkwk.

Kembali lagi soal film ini, jadi menurut aku yang udah nonton film keseluruhan ini. Film nya yaa agak bagus cuman alur nya agak data gitu dan rasanya tuh pingin tidur gitu tetapi untungnya aku gak ngantuk pas lagi nonton Waiting For The Barbarians. Setting nya ini tuh kayak di sebuah kota kecil di gurun gitu, untuk tempat negara nya itu kayak mirip di Mongolia gitu soalnya kayak ada penduduk dari mongol gitu di film itu. Latar nya bagus cuman sedikit buram karena banyak debu gurun yang bertebaran di area tempat itu, sedangkan tempat bangunan kota nya itu agak terlihat kecil dan di dalam kota nya saja gak terlalu luas juga.

Sedangkan untuk para pemainnya, akting bagus dan cukup oke disitu. Peran si Hakim (Mark Rylance) disitu udah natural, di karakter tersebut dia terlihat baik, lembut, dan tetap bersabar meskipun sedikit kewalahan menghadapi si polisi rahasia itu yang tak segan-segan membantai tawanan itu, dan dia juga penolong saat hakim itu berusaha menolong seorang wanita yang merupakan korban kekerasan oleh para polisi kejam tersebut. Peran si wanita (Gana Bayarsaikhan) yang tak di ketahui namanya itu aktingnya oke banget, Dan wajah akting saja sudah hampir natural banget sebagai wanita korban kekerasan. Aku kasihan banget sih sama sih wanita itu, udah gitu berasal dari luar dan juga kena korban penyiksaan lagi. Dan liat luka di tubuh wanita itu lumayan ngilu juga tapi gak parah banget kayak para tawanan lainnya di penjara ruang gelap itu. Cuman yang bikin aku paling miris nya yaa itu pas pergelangan kakinya di patahin oleh polisi nya dan juga membuat mata wanita itu hampir buta, mantep banget dah si akting Gana ini.

Ada juga karakter Kolonell Jol (Johnny Deep) si polisi paling keji. Akting nya Johnny benar-benar dingin banget disitu dan tampangnya saja hampir judes gimana gitu, oh iya disitu doi jadi tokoh antagonis dan dia sukses sekali berakting sebagai polisi kejam dan terus menyiksa para tawanan yang tak bersalah akibat penghianatan gitu. Kalau masalah akting Jhony Deep sih udah gak usah di tanyakan lagi. Dan terakhir ada juga karakter Officer Mandel (Robert Pattinson) yang merupakan seorang polisi yang merupakan pengikut setia Kolonell Jol.

Si aktor favorit aku ini juga terlibat bermain di film ini, disini aku suka banget nih kalau si Robert Pattinson ini jadi karakter antagonis sama kayak Jhonny Deep. Namun sayang banget sih doi ini cuman muncul pas menuju akhir film nya. Tetapi aku masih bisa melihat akting doi disitu juga sama-sama kejam, lumayan ngeri sih aku kalau liat si hakim itu kayak di siksa oleh si Officer mandel itu dengan cara menggantung hakim itu di atas pohon, udah gitu di hadapan para penduduknya lagi. Terus disitu doi juga berakting dengan menyiksa para tawanan itu di depan para penduduknya. Namun sayangnya aktingnya doi agak sedikit kaku gitu, tetapi mukanya aja emang agak ngeselin gitu dan kayak terlihat tengil di situ. Kalau liat muka doi di film itu rasanya pingin ketawa gitu, tapi ganteng juga sih, wkwkwk.

Kesimpulan :

Dari seluruh film ini bagus sih meskipun alur ceritanya sedikit membingungkan dan bikin ngantuk. Intinya sih cerita di film itu kayak gambar kolonialisme gitu dan juga sedikit mengandung kekerasan dan sadis lah. Sedangkan untuk para aktor dan aktris yang di dalam film ini aktingnya udah oke dan sudah hampir natural, salut deh buat para pemainnya.

Well, itulah dari review film Waiting For the Barbarians. Sekali lagi alur cerita nya agak datar gitu sih dan konflik nya saja agak minim dan juga datar, tetapi akting para pemainnya sudah cukup bagus & natural. Aku nonton film ini sih gak hanya liat ceritanya aja kok, tetapi pingin liat si doi Robert Pattinson main disitu, wkwkwk.

Kalau kamu udah pernah nonton film ini ?

3 tanggapan untuk “Kekejaman Polisi di Film Waiting For The Barbarians

  1. Saya belum nonton Film Waiting For the Barbarians. Sepertinya ini film recommend banget buat menemani saat WFH hehe. Ada adegan menantang juga ya, mengandung kekerasan dan sadis. Oke thanks untuk review nya ya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s