AQUARIUS WITCH AND THE MAGIC WATER

Di sebuah pedalaman hutan, hiduplah sebuah desa kecil yang bernama Witcall. Desa Witcall adalah sebuah desa ajaib yang dimana penduduknya mayoritas sebagian besarnya adalah penyihir dan peri. Mereka hidup sangat tentram serta terutup dari luar agar tidak bisa dijangkau oleh manusia, desa ini kaya dengan alam yang melimpah serta mempunyai air terjun yang tinggi bernama Heavenly. Heavenly adalah salah satu air terjun tertinggi yang indah dimana air terjun itu terspat sebuah air yang sangat berkilauan serta mengalir ke sepanjang sungai sehingga air itu sering dimanfaatkan untuk para penduduk sebagai obat penyakit serta untuk kebutuhan hidup. Air terjun Heavenly sering dijaga oleh para penyihir air agar melindungi air itu dari ancaman bahaya, Aquarina adalah salah satu penyihir air yang terkenal yang dijuluki ‘Penyihir Aquarius’ karena sangat terkenal dengan ciri membawa kendi emas serta membawa air untuk kebaikan penduduk yang tidak mampu. Aquarina juga merupakan salah satu pelayan pemimpin desa yang setia menuangkan air minuman kepada pemimpin desa yang bernama Raeper.

Di sore hari, Aquarina bersama ferret peliharaannya, Spike, pergi ke Rumah Raeper sambil membawa kendi berisi air untuk memberi air minum kepada tuannya. Sampai di Rumah Raeper, Aquarina memasuki rumahnya sambil membawa kendi berisi air. “Permisi, Tuan. Ini airnya.” Aquarina datang dan meletakkan kendinya itu di mejanya, sedangkan Raeper sedang asyik membaca sebuah buku besar di meja panjangnya. Aquarina menjadi ikut penasaran dengan buku itu dan menghampiri si Raeper, Aquarina tidak mengerti dengan sebuah gambar air serta tulisan yang sangat berantakan di lembaran buku yang kusam. “Apa yang sedang kau baca, tuan?”Raeper terlihat fokus membaca sebuah buku itu dan menyodorkan bukunya ke Aquarina.

“Lihat ini.” Raeper menggeserkan buku besar itu ke Aquarina. Aquarina tidak mengerti dengan arti sebuah tulisan di buku itu. Raeper itu menceritakan ada sebuah legenda air ajaib yang berada di pegunungan tinggi. Air itu bukanlah air sebarangan, konon Air ajaib itu adalah sebuah warisan dari seorang pelayan dewa tertinggi yang bernama Ganymende. “Menurut sebuah legenda kuno, dahulu Aquarius muncul dari seorang pangeran dari Kerajaan yang bernama Ganymende. Karena Zeus mulai tertarik dengan sang pangeran itu, akhirnya Zeus merubah dirinya menjadi burung elang untuk membawa Ganymende itu kesebuah kuil untuk dijadikan sebagai pelayan setia.” Kata Raeper sambil memperlihatkan sebuah gambaran seorang Ganymende di buku besarnya, Aquarina tampak bersemangat dan mendengarkan cerita dari Raeper.

“Ganymende sama sepertimu yang juga sama-sama bertugas sebagai pembawa air, namun sayangnya ia tidak disukai oleh istri Dewa Zeus yang bernama Dewi Hera,” Raeper pun membuka halaman buku selanjutnya dan melihat sebuah gambar Ganymende yang sedang menuangkan kepada petinggi Dewa Zeus.”karena Hera sangat tidak suka dengan pelayan barunya, akhirnya Hera membunuh sang pelayan setia Dewa Zeus it sehingga Zeus merasa bersalah dan akhirnya ia mengangkat Ganymende itu kesebuah langit dan meletakkan diantara bintang-bintang di langit sehingga lahirlah sebuah rasi bintang yang bernama Aquarius.” Jelas Raeper.

“Wow, itu keren sekali. Terus apa hubungannya dengan air ajaib itu?” kata Aquarina.

“Air dari langit itu mulai jatuh ke bumi karena diduga Ganymende merasa muak dengan pekerjaannya sehingga menuangkan semua air tersebut dan membentuk sebuah air bah. Kini air sebagian dari Ganymende itu berada disebuah kuil yang jauh dan tidak diketahui oleh manusia. Maka dari itu, air ajaib itulah yang bisa menyelamatkan alam serta ekosistem air diseluruh dunia. Konon, air ajaib itu bakal bersinar ketika rasi bintang Aquarius muncul tepat diatasnya.” Raeper menghela nafas sebentar dan kemudian melanjutkannya lagi. ”Tetapi, kita tidak bisa memasuki secara sembarangan karena kuil itu dikuasai oleh sosok monster lalat iblis yang jahat. Jika kau mau mendapatkan air ajaib itu, kau harus bisa mengalaskan monster penjaga.” Kata Raeper.

Aquarina tertegun sesaat sambil melihat sebuah gambar lukisan air dibukunya, sedangkan Spike terlihat mengendus-ngendus sambil memainkan ujung lembar halaman dibukunya. Tiba-tiba seorang penduduk datang memasuki ke kediaman Raeper memberitahu kepada mereka. “Tuan, ada berita buruk. Para penduduk itu mengalami keracunan air.” Raeper terkejut mendengar berita dari salah satu seorang penduduk dan mulai khawatir. “Bagaimana mereka bisa keracunan?”

“Sungai dan air terjun itu sepertinya sedang bermasalah, airnya mulai menghitam dan juga bau.” Pemimpin desa mulai semakin panik begitu juga dengan Aquarina dan Spike. Mereka pun bergegas keluar rumah dan memeriksa apa yang terjadi dengan sungainya. Saat mereka sampai didepan sungai, Raeper terkejut melihat air sungai itu tiba-tiba menjadi hitam kotor. Mereka pun berlari menuju ke sebuah air terjun dan benar saja air terjun itu seketika menjadi hitam serta berbau. Beberapa penduduk mulai keracunan akibat meminum air hitam itu serta air hitam itu perlahan-lahan meluap hingga memusnahkan sebagian kecil didesanya menjadi hitam. Para penduduk mulai merasa tidak kuat menahan bau sungainya sehingga mereka berusaha menjauh dari sungainya, Raeper berlari kearah sebuah air terjun yang sudah tercemar oleh air limbah berwarna hitam pekat. Sedangkan para penyhiri dan peri berusaha menjernihkan air semampunya dan air limbah mulai turun dengan deras sehingga mereka kewalahan menanganinya. “Ada apa ini, kenapa bisa air terjun itu mendadak menjadi kotor?” Raeper menutup hidungnya agar menghindari dari bau air terjun yang sangat bau dan menghampiri ke penjaga air terjun itu. Salah satu penjaga air terjun itu melaporkan bahwa air limbah berasal dari sebuah bangunan pabrik yang terletak jauh diluar hutan. “Air limbah itu berasa dari sebuah pabrik dari sana, tuan. Sehingga air limbah mulai mengalir dari sana hingga kesini.”

“Hei, kalian harus melihat ini.” Seru salah satu seorang peri dari atas air terjun yang sedang melihat kearah sesuatu menggunakan teropongnya. Raeper dan Aquarina serta para penjaganya menaiki air terjunnya menggunakan sihir air untuk mengangkatnya keatas, Raeper mengeluarkan teropong dari sakunya dan melihat melalui teropongnya dari jauh. Ia terkejut melihat dari jauh ada sebuah lava hitam besar yang bergerak disepanjang sungai dan menghanguskan sebagian alam serta isinya.

“Lava hitam itu terbentuk dari campuran abu vulkanik dari gunung api arah timur serta air limbah dari sebuah pabrik, sehingga membentuk sebuah lava ganas dan mulai memakan seisi alamnya.” Ujar peri penjaga air terjun itu. “kalau begitu, apa yang harus kita lakukan, tuan?” Raeper mulai berpikir sejenak dan berkata. “Bawalah para penduduk dari desa ini untuk berlindung diri, sedangkan kalian tetap jaga air terjun itu dan jernihkan air sungai itu sebisa kalian.”

“Siap, tuan.” Raeper pun memerintahkan kepada para penyihir dan peri itu untuk melaksanakan tugasnya. Para penyihir membawa para penduduk untuk meninggalkan desa itu untuk mencari tempat yang aman, sedangkan penyhir serta peri air itu berusaha menjernihkan airnya dengan menggunakan kekuatan sihir. “Sedangkan Aquarina, aku punya tugas untukmu?”

“Tugas apa?” kata Aquarina.

“Pergilah ke kuil untuk mengambil air ajaib itu dari pegunungan yang tinggi, dan kalahkan monster penjaga itu.” Ucap Raeper. “Siap tuan, tapi bagaimana caranya aku bisa kesana. Aku tidak tahu arah jalannya?” Raeper mengeluarkan sebuah gulungan kertas berisi peta dari kantungnya dan memberikan kepada Aquarina. “Peta tua ini bisa membantumu.”

Aquarina membuka gulungan peta itu dengan lebar, isi peta itu berisi sebuah gambaran pulau serta jalan lika-liku serta hutan dan sungai yang tersebar di petanya. Jalan itu mulai berjalan tak beraturan dan disisi sudut petanya terdapat sebuah gambar kuil yang dimana air ajaib itu berada. “Bawakan air ajaib itu dan tuangkan segera diatas air terjun itu disaat rasi bintang Aquarius mulai berbentuk diatas langit.” Kata Raeper.

Aquarina menggulungkan peta itu kembali dan menyimpannya kedalam saku, ia pun bersiap pergi bersama Spike untuk mencari air ajaib. “Siap tuan, aku berjanji akan mengambil air ajaib itu untuk menyelamatkan desanya.”seru Aquarina. “Berhati-hatilah, semoga kau selalu terlindungi.” Aquarina tersenyum kearah Raeper dan akhirnya Aquarina pun mulai berangkat meninggalkan desanya bersama hewan peliharaannya, Spike.

Aquarina bersama Spike berjalan menelusuri sekaligus melewati rintangan yang belum pernah melewatinya. Ia harus melewati sebuah rawa-rawa yang sangat dalam, berhadapan dengan serangga yang mematikan, serta melewati jembatan goyang diatas jurang yang tinggi. Aquarina berjalan mengikuti sesuai arah peta itu serta mengikuti arah anginnya dengan menggunakan sebuah kompas yang ia bawa. Langit mulai gelap, sebentar lagi matahari sudah mulai terbenam. Aquarina berjalan dengan cepat untuk mencapai ke tempat kuil, ia berjalan menaiki gunung yang tinggi dan bergulat melawan arus angin yang kencang sehingga tubuhnya sempat tersapu tetapi ia bisa bertahan untuk mencapai keatas puncak.

Akhirnya mereka sampai disebuah kuil yang kecil yang diatas pegunungan, mereka pun terkejut melihat sebuah monster lalat yang sedang tertidur disamping gerbangnya.

“Kita harus pelan-pelan memasuki kuil itu sebelum monster itu bangun, oke?.” Bisik Aquarina ke Spike di bahunya. Spike mulai mengerti dan melingkarkan leher Aquarina agar ferret itu bisa berpegangan.

Aquarina dan Spike memasuki kuil itu dengan cara menyusup secara diam-diam agar monster itu tidak terbangun, akhirnya mereka berhasil memasuki kuil itu tanpa ketahuan. Aquarina terpana melihat isi ruangan didalam kuil itu, kuil itu sangat indah dan juga luas meskipun dindingnya hanya di lapisi oleh bebatuan seperti gua ,tetapi dinding batun itu tampak berkilau karena ada banyak berlian yang tertancap di dindingnya. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah kolam kecil yang dimana air ajaib itu disini.

Isi kolam itu terdapat sebuah air ajaib berkilauan serta ditaburi oleh kelopak bungan anggrek yang indah. Spike terlihat girang dan turun dari pundaknya Aquarina dan menceburkan dirinya ke kolam. Aquarina tertawa geli sambil membalas cipratan air itu ke Spike. Aquarina mencoba menyentuh air ajaib itu dengan tangannya, ia terpana melihat tangannya yang berkilauan akibat terkena cipratan air ajaib, ia pun mengeluarkan sebuah kendi di kantung punggungnya dan duduk di tepi kolamnya untuk mengambil air ajaib. Kendi itu sudah terisi penuh dan cukup untuk dibawa pulang. “Sepertinya ini sudah cukup,” Aquarina bangkit dari duduknya dan bersiap untuk keluar dari kuil. “Ayo, Spike.” Spike lompat keluar dari kolamnya dan menggoyangkan tubuhnya sehingga air dari bulunya menyiprat kemana-mana, kemudian Spike meloncat kebahu Aquarina dan mereka pun segera meninggalkan kuil itu.

Saat mereka sudah sampai kearah gerbang, tiba-tiba monster lalat penjaga kuil itu sudah ada di depannya dengan tatapan yang mengerikan. Monster lalat itu marah karena Aquarina dan Spike memasuki kuil itu secara diam-diam. Aquarina bergidik ngeri melihat monster itu mulai mengenggam tongkatnya yang tinggi untuk bersiap menyerangnya.

 “Kau mau melawan denganku, monster jelek.” Aquarina pun bersiap berkuda-kuda untuk bertarung melawan monster lalat. Akhirnya Aquarina bertarung melawan monster lalat itu dengan menggunakan sihirnya, monster lalat itu terlalu kebal saat terkena serangan sihir Aquarina sehingga membuat Aquarina merasa kewalahan menghadapinya. Monster lalat terus mengayungkan tongkatnya untuk menghajar Aquarina, sedangkan Spike berusaha menyelamatkan Aquarina dengan cara mengigit tangan monster itu, tetapi tangan monster itu terlalu keras sehingga dengan mudahnya monster itu memukul Spike hingga jatuh.

“Spike!!” Aquarina shock melihat Spike terkapar lemas akibat dilempar oleh monster lalat. Aquarina mulai bangkit dan berusaha bertarung melawan monster lalat itu dengan sekuat tenaga, akhirnya Aquarina berhasil mengalahkan monster lalat itu dengan sihir terlarangnya sehingga monster itu berubah menjadi abu. Aquarina bergegas menghampiri Spike yang terkapar lemas didekat temboknya. “Spike, kau tidak apa-apa?” Spike meringkuk lemah dan kesakitan sambil terngah-engah. “Oh,tidak.” Aquarina terkejut melihat tangan spike yang terluka cukup parah akibat terkena cakaran monster lalat.

“Biar aku obati,” Aquarina mengeluarkan kendi yang ia bawa dipunggungnya dan mengeluarkan air ajaib itu dengan menggunakan tangannya. Air yang ditangan Aquarina menetes ke tangan Spike yang terdapat lukanya sehingga luka tersebut akhirnya luka itu mulai menghilang dan sudah sembuh, Spike mulai kembali sehat dan mulai bangkit berdiri. “sekarang kau sudah sembuh.” Girang Aquarina sambil memeluk Spike didekapannya. “Baiklah, ayo kita pulang.” Seru Aquarina.

Di perjalanan pulangnya, Aquarina berjalan melewati ladang bunga yang indah disertai kunang-kunang yang menyinari disekitar ladang. Sekarang sudah mulai malam, bintang-bintang mulai terlihat dan menghiasi di langit yang malam sehingga pemandangannya menjadi sangat indah. “Rasi bintang.” Aquarina terpana melihat sebuah rasi bintang yang mulai membentuk bayangan dari antara bintang-bintang besar, ia teringat dengan cerita Raeper itu sehingga Aquarina mengenal rasi bintang itu. “Rasi Aquarius, lihat Spike. Bintang-bintang yang bersinar itu mulai berurut dan akan membentuk sebuah rasi.” Aquarina menunjuk kesebuah bintang yang sangat cerah yang mulai membentuk polanya di langit malam.

Kini, Aquarina dan Spike berada disebuah taman yang cantik. Di taman itu terdapat sebuah bunga-bunga yang bersinar dan ditemani seekor kunang-kunang kecil yang ikut menerangi disekitar taman. Spike merasa senang dan turun dari bahu Aquarina dan mengejar disekitar ladang bunga demi menangkap seekor kunang-kunang yang hinggap diatas tumbuhan. Aquarina terpana dengan ladang bunga yang indah serta bersinar terang. Spike terus mengejar kunag-kunang itu hingga beberapa kali ia melompat untuk menangkap kunang-kunangnya. Tiba-tiba Spike menyadari ada sesuatu yang beres dari arah sungai yang jauh sehingga ia berlari kencang sambil mengendus-ngendus. Aquarina terkejut melihat tingkah ferret itu dan mengikuti Spike ke tempat sesuatu. “Spike, kau mau kemana?” Spike menghiraukan panggilan dari Aquarina dan terus berjalan sambil mengendus ke tanahnya hingga mereka sampai di tepi sungai.

“Oh, tidak.”  Tiba-tiba air disepanjang sungai itu berubah menjadi lava berwarna hitam pekat hingga membatu. Limbah itu mulai meluap dan menghancurkan dipinggir pohon itu menjadi hitam seperti pohon yang dilalap oleh api, Aquarina melihat dari arah kejauhan bahwa lava hitam itu mulai menampak dan bergerak cepat membekukan sungai itu sehingga lava itu menghancurkan sebagian alam. Aquarina shock karena lava hitam itu mulai bergerak cepat kearah sebuah air terjun Heavenly yang dimana desa itu berada. “Oh tidak, lava hitam itu mulai bergerak kearah desa. Kita harus menyelamatkannya.”

Mereka pun berlari mengejar lava hitam itu yang bergerak menuju air terjun. Air limbah itu terus membekukan sungainya sehingga meluap dan lava limbah itu semakin luas sehingga menghanguskan sebagian alam, Aquarina berusaha mengejar lava hitam dan mulai mencoba mendekati lava hitam itu, tetapi luapan lava itu terlalu cepat sehingga hampir mengenai kaki Aquarina. Aquarina melihat sebuah lava hitam yang mulai membekukan pinggir sungai itu kemudian ia pun melompat dan mengeluarkan sihirnya untuk menghancurkan lava hitam, kerak lava hitam mulai hancur berkeping-keping tetapi lava hitam masih terus bergerak menuju kearah air terjun serta desanya. Aquarina terus berusaha berlari untuk bisa mencapai kesebuah air terjun, mereka berhasil berlari cepat dan mendahului air limbah yang bergerak cepat kemudian berusaha berlari dan air terjun itu sudah ada didepan matanya. Aquarina menatap kearah langit dan sebentar lagi, rasi bintang aquarius itu akan mulai berbentuk, Aquarina terus berlalri cepat agar bisa menuangkan air ajaib ke air terjunnya itu untuk menyematkan desanya. Akhirnya mereka sudah sampai di atas air terjun dan bersiap mengeluarkan kendinya.

Lava hitam itu sudah mendekat dan Aquarina melihat kearah langit lagi bahwa rasi bintang aquarius sudah mulai menampakkan dirinya. “Sekarang ini saatnya,” Aquarina mulai mengangkat kendi itu keatas dan mulai menumpahkan isi air ajaib itu ke air terjun Heavenly tepat diatas rasi bintang Aquarius. Namun, Aquarina dan Spike terlempar kesamping akibat sebuah lava hitam yang sudah mendekati air terjun Heavenly.

Sedangkan para penduduk serta para penjaga dibawah air terjun itu mulai semakin panik karena lava hitam itu mulai turun. Air ajaib itu jatuh ke air terjun dan menghilang di sungai. Aquarina mulai cemas mengenai reaksi air ajaib yang dibawah air terjun, sedangkan lava hitam mulai turun kebawah dan membekukan air terjunnya. Tiba-tiba titik bintang di rasi bintang Aquarius itu mulai bercahaya di langit sehingga sinar bintangnya itu menembus kearah bawah air terjun dan air ajaib pun mulai bercahaya dan menghancurkan seluruh lava hitam. Akhirnya air ajaib itu mulai menghanguskan lava hitamnya dan menjernihkan sungai itu kembali serta mengembalikan separuh alam yang mati mulai hidup lagi seperti semula.

Akhirnya Desa Witcall selamat dari ancaman lava hitam sehingga berhasil menghidupkan sebagian desa nya yang sudah hancur. Para penduduk mulai bersorak gembira dan berterima kasih kepada rasi bintang Aquarius serta air ajaibnya yang sudah menyelamatkan desanya. Aquarina dan Spike turun ke desanya dan bertemu Raeper serta penduduknya, mereka pun merasa bergembira kepada Aquarina dan Spike karena sudah menyelamatkan desanya. “Terima kasih, Aquarina dan juga Spike. Kau sudah menyelamatkan desa kita. Tanpa Aquarina, desa kita pasti akan lenyap ditelan bumi.” Seru Raeper.

Aquarina membagikan air ajaib itu kepada para penyihir dan peri untuk memberikan kepada para penduduk yang terkena keracunan air limbah. Mereka pun mengobati para penduduk itu dan penduduk itu mulai meminum air ajaib yang Aquarina bawa, satu persatu para penduduk mulai sembuh serta kembali sehat. Berkat air ajaibnya, mereka pun mulai bisa aktif serta tubuhnya mulai terasa sehat kembali.

Keesokan harinya, seluruh penduduk Witcall mulai berkumpul di tempat ballroom yang dimana sering dipakai untuk mengadakan acara perayaan terbesar di Desa Witcall. Ballroom itu bukanlah sebuah tempat biasa yang digunakan oleh manusia, ballroom ini sangat terbuka dengan alam sehingga cahaya matahari dan bulan selalu menyinari seluruh ruangan di ballroom. Tumbuh-tumbuhan tampak menghiasi diseluruh ruangan itu serta banyak sekali bunga-bunga bermekaran yang indah seolah-olah ruangan itu terlihat hidup. Semua penduduk tampak antusias menyaksikan acara penghargaan kepahlawanan oleh pemimpin desa, banyak sekali para penyihir dan peri menghadiri untuk acara penghargaan kepada sang pahlawan. Sedangkan Aquarina dan Spike tampak bersiap untuk memasuki ballroom.

“Kau siap, Spike?” Ferret itu tampak girang dan bersiap untuk memasuki ruangan itu. Akhirnya Aquarina dan Spike mulai memasuki ballroom dan disambut baik oleh para penduduk Witcall. Aquarina berjalan menuju ke pemimpin desa di depannya dan menaiki altarnya didepannya. Raeper memakai sebuah kalung penghargaan yang terbuat dari berlian berwarna biru yang indah serta memakaikan sebuah pin emas kepada Spike. “Terima kasih sudah menyelamatkan Desa kita.” Raeper tersenyum.

“Sama-sama tuan, sekarang desa kita sudah aman.” ujar Aquarina sambil tersenyum. “Mulai hari ini, Aquarina adalah pahlawan Desa Witcall.” Spike menggerutu kecil seolah-olah memberi isyarat kepada Raeper. “Oh maaf, satu lagi. Spike juga adalah seorang pahlawan di Desa Witcall.” Seluruh penduduk mulai bersorak kegirangan dan bahagia. Aquarina tersenyum haru setelah dihormati oleh semua penduduk Witcall serta pemimpin desanya. Aquarina merasa bangga bahwa kini dirinya adalah seorang pahlawan yang sangat dihormati oleh penduduk desa.

Di sebuah Desa Witcall, Aquarina dan Spike berjalan di pinggir sungai. Kini sungai mulai bersih kembali serta berkilau, para penduduk tampak sibuk mengambil sebuah air dan ada juga yang bermain disepanjang sungai. Aquarina tersenyum melihat para penduduk mulai senang membawa air itu untuk kebutuhan hidup. Kini desa nya sudah aman dari bencana, tak ada lagi pecemaran air limbah yang mengotori sungai ini, serta gunung berapi sudah merasa tenang sehingga tidak mengeluarkan lava hitam yang membuat kekacauan disekitar alam.

Beberapa para penduduk mulai menyapa sambil melambaikan tangan. Aquarina membalas sapaan ke mereka sambil tersenyum. Aquarina sudah sampai didepan air terjun yang deras tetapi sangat indah dari pemandangannya, Aquarina naik keatas air terjun itu dengan bantuan sihirnya dengan cara mengangkat dirinya menggunakan air. Akhirnya Aquarina sampai diatas air terjun dan menatap sebuah pemandangan yang menakjubkan, Malam tampak menghiasi bintang-bintang di langit, ia tampak menikmati suasana malam yang indah. Diatas langit itu terdapat sebuah pola rasi bintang yang indah bernama Aquarius.

FINN

Cerpen ini dibuat untuk mengikuti dalam lomba cerpen zodiak yang diselenggarakan oleh Penerbit Inari.

One thought on “AQUARIUS WITCH AND THE MAGIC WATER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s