Rasanya merantau itu seperti apa ?

Sebenarnya aku gak pernah merasakan merantau di tempat yang jauh, merantau itu kita harus pergi kesebuah tempat yang jauh dan dimana kita juga harus mandiri saat melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan selama disana. Umunya merantau memang dirasakan oleh mahasiswa baru maupun yang sedang menjalani KKN yang turun lapangan di daerah yang sangat jauh. Banyak sekali keluhan-keluhan suka dan dukanya selama jadi anak rantau, merantau itu pasti identik dengan tempat kost/ rumah sewaan untuk tinggal sementara selama kuliah disana, atau menginap dirumah warga desa/villa selama kita sedang menjalani KKN misalnya.

Memangnya rasanya merantau disana itu apakah enak? aku berpikir merantau itu ternyata mengasyikan sekali disana, dimana aku merasa bebas dan tidak terikat oleh peraturan-peraturan atau disuruh oleh anggota keluarga di rumah. Aku belum ngerasain juga sih gimana rasanya merantau sendiri, tinggal di tempat yang sangat asing seperti kost, serta hidup secara mandiri. Dulu pas awal udah lulus SMA dan mau masuk ke dunia perkuliahan, aku selalu berpikir andai saja aku kuliah di tempat yang jauh, aku merasa bebas dan bisa hidup secara mandiri disana nanti. Dan juga, pingin ngerasain mencoba tinggal hidup sendiri dan selalu ditagih bayar terus oleh pemilik kost nya serta memperbaiki sikap dan fisik aku.

Namun nyatanya, setelah aku baca-baca di sosmed hingga curhatan teman aku tentang ngerasain merantau itu tidak sebayangkan dengan ekspetasinya masing-masing. Banyak juga sebagian orang-orang yang pernah merantau maupun teman aku selalu mengeluh mengenai kondisi mereka selama merantau disana. Entah tragedi tanggal tua, uang menipis, dipalak bayar kost oleh empunya kost, hingga mengalami homesick akibat rindu dengan keluarganya di kampungnya. Emang bener sih, ngerantau itu gak semuanya aja kita bikin nyaman atau senang, ternyata merantau itu banyak sekali masalah dukanya yang selalu dihadapi oleh anak rantau. Belum lagi sedang terjadi masa pandemi ini, anak rantau bahkan tidak bisa pulang ke kampungnya masing-masing dan harus stay selamanya disana, tapi untung saja kini anak rantau sudah bisa pulang ke halaman kampunya masing-masing dan tetap kuliah online di rumah aja.

Aku juga gak terlalu suka ngerantau di tempat yang jauh apalagi diluar kota, atau juga yang paling ekstrim itu merantau diluar negri, Karena merantau disana saja aku gak bakal bisa pulang dengan mudah karena masalah biaya transportasi nya saja terlalu mahal bagi aku, seperti biaya naik kereta api antar luar kota maupun biaya pesawat serta biaya naik kapal. Aku sih mending merantau disekitar Jabodetabek aja karena jarak kotanya tidak terlalu jauh dan juga biaya naik KRL nya juga murah kok. Jadi aku bisa bolak-balik dari kota yang aku rantau disana dan kampung halaman aku.

Setidaknya aku merasa bersyukur karena aku masih tinggal di rumah yang aman dan juga lebih nyaman dibanding nginep di hotel/ kost. Dulunya aku bersikeras untuk ngerantau di tempat yang jauh kini aku malah lebih milih di rumah saja sambil menikmati WIFI gratis serta melakukan hal-hal seru selama di rumah saja. Tetapi tetap saja sih aku masih ingin merasakan rasanya merantau di tempat yang jauh. Mudah-mudahan suatu saat jika aku ikut KKN atau lanjut kuliah di tempat yang berbeda nanti, sesekali lah coba-coba merantau di tempat yang jauh. Siapa tahu itu seru dan juga menambah pengalaman yang baru.

Kalian pernah merantau ?

14 tanggapan untuk “Rasanya merantau itu seperti apa ?

  1. Hai Alya, sebagai perantau sejati, saya jadi terpanggil…#eitttdaah..πŸ˜…
    Ada bahagia dan sedihnya sih kalo kita merantau. Tapi tetap, pengalaman merantau menjadi hal yang saya syukuri sampai sekarang..salah satunya karena nambah banyak saudara di tempat yang jauh..

    Suka

  2. Aku udah ngerantau selama 7 tahun kurang lebih sejak kuliah, awalnya itu karena memang pengen bebas seperti kata Alya, pengen ngerasain gimana sih tidak terikat aturan, semua kendali kita yang pegang. Seru sih bener-bener melatih untuk mandiri dalam segala urusan, baik makan, uang bahkan teman.

    Tapi, emang homesick itu yang paling susah. Disaat temen2 yang rantau cuma beda 2 jam naik mobil dari rumah, masih bisa pulang di akhir pekan. Wah, aku yang butuh naik pesawat itu cuma bisa pulang 2 kali dalam setahun! Dan aku gak bisa bilang hal ini akan jadi terbiasa karena sampe sekarang homesick gak ada obatnya selain pulang.

    Merantau menurutku bagus banget buat yang mau latihan mandiri. Karena suatu saat kan kita akan menjalani hidup masing-masing juga πŸ™‚

    Suka

    1. nah iya, setidaknya kita sudah dewasa harus bisa menjadi anak yang mandiri dan bisa melakukan hal-hal yang baik serta bisa rajin mengurusi pekerjaan di kamar kost seperti bersih-bersihin kamar dan harus bisa masak sendiri serta rajin menghemat uang agar tidak boros

      Suka

  3. Ehem, pantesan telinga anak rantau berdenging terus, ternyata lagi diomongi. πŸ˜€
    Eh btw, emang iya sih, merantau enak gak enak. Dan Tragedi tanggal tua itu yang aku suka dari tulisan ini. Mak jleb banget kak…… Hehehe

    Suka

  4. Aku terhitung udah empat tahun ini merantau, sebetulnya persis seperti apa yg dibilang Alya, ada enak sama gak enaknya juga. Tapi jujur kalau buatku pribadi, merantau itu bikin nagihπŸ˜‚. Pinginnya setelah ini malah bisa merantau ke tempat yg lebih jauh, atau kalau bisa ke LN. Konon semakin ditempa diri ini akan semakin kuat pertahanannya.

    Eitherway, mau merantau atau nggak, itu adalah pilihan setiap orang. Gak berarti orang yg merantau pun lebih hebat atau lebih mandiri dari yg di rumah aja. We can be both.πŸ˜€

    Suka

  5. Halo 😊
    saya setuju banget, kalau merantau pun ada suka dukanya.
    Sekarang saya sudah kurang lebih 2 tahun merantau. Saat ini di Jerman sebagai sukarelawan.

    Walaupun menurut banyak orang merantau di Eropa itu β€œwah”, tapi ada juga cerita asam manis yg saya lalui hehe

    Suka

    1. wahh, keren banget merantau di luar negri. Menurut aku merantau luar negri gitu jauh lebih banyak tantangan besar dibanding merantau di dalam negri,

      Semangat ya kak πŸ™‚

      Disukai oleh 1 orang

      1. Indeed, tantangan selalu ada di manapun berada.

        Semangat juga buatmu πŸ˜‡ sukses untuk blognya 🌈

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s