Memahami arti Gelas Kosong

Gelas kosong itu adalah sebuah gelas yang tampak kosong dan tidak diisi oleh air. Kalian tahu kan sebuah gelas kosong yang gak diisi air. Tapi sekarang aku sedang memahami arti gelas kosong di kehidupan shari-hari. Gelas kosong? sepertinya aku baru mendengar istilah itu. Aku kira gelas kosong ya sebuah gelas yang sudah aku jelaskan di atas. Hmm… gelas kosong?

Well, aku masih belum paham istilah asing yang aku dengar, ternyata gelas kosong itu ada makananya juga. Dan aku bahkan tak mengerti apa istilah gelas kosong itu. Setelah aku bertanya dengan member di WAG blogger, beliau mereka menjawab:

“Intinya jadi “gelas kosong” saat belajar sesuatu sama orang lain, usahakan kita gak pamer kemampuan dulu walaupun kita lebih tau soal apa yg narasumber share. Sebisa mungkin dengarkan dulu sampai selesai. Pastinya akan ada insight baru dari apa yg selama ini kita kuasai. Cara orang berbagi akan beda satu sama lain. Jika dipersilahkan atau diizinkan untuk sharing di sesi diskusinya baru boleh berpendapat.
Jadi gak interupsi saat narasumber berbicara.”

Jadi, gelas kosong itu kita harus belajar jadi gelas kosong, dan kita tidak boleh pamer kemampuan kita dulu meskipun kita jadi sok tahu gitu soal apa yang dibicarakan narasumber/ host yang sampaikan. Intinya tuh menurut aku tuh kayak gak boleh sok tahu saat kita ngerti apa yang mereka bicarakan. Jangan menyepelekan ilmu dari narasumber itu dan jangan berlagak seperti sok tahu padahal kita saja masih belum mengerti dari penjelasan mereka. Kurang lebih seperti gitu menurut aku.

Misalnya aja nih contoh nya saat aku sedang ikutan seminar online kepenulisan di WAG. Aku tuh sekarang ini emang suka banget ngikutin seminar online di WAG biar dapat ilmunya dan ngincar E-sertifikat dari seminar WAG itu. Terkadang aku stay tepat waktu di WAG dan kadang tidak. Di saat seminar WAG, biasanya semua peserta itu membaca materi sekaligus menyimak isi penjelasan materi itu dari narasumbernya.

Dan kalau materi seminar nya sudah selesai, biasanya narasumber itu selalu ada acara open Q&A kepada peserta yang ingin bertanya. Di situ sebenarnya aku sudah agak paham sih dari penjelasan narasumbernya. Tapi aku tuh kadang-kadang aku juga bertanya terkait materi yang sudah disampaikan, dan aku merasa materi itu sih keliatannya gampang dan ngapain juga aku nanya ke narasumber nya. Padahal aslinya tuh aku masih sedikit gak ngerti dan ogah untuk bertanya. Dan biasanya tuh aku gak baca materi seminarnya tuh gak sampai tuntas dan aku males banget buka-buka WA terus.

Tapi kalau di seminar gitu sih emang aku sangat jarang nanya-nanya materi di seminar gitu kecuali kalau misalnya materi nya yang aku suka gitu. Tapi kalau yang di grup kelas menulis yang aku ikuti, biasanya suka ada materi dan dikasih tugas dari mentornya. Di situlah aku sering nanya-nanya terus ke mentornya terkait tugas yang sudah diberikan, padahal isi penjelasan tugas itu sudah lengkap dan sudah ada tertera di penjelasan itu. Padahal aku masih ngerti tapi kenapa aku malah nanya-nanya terus ya, apa aku nya aja belum baca penjelasan itu sampai selesai. Well, sebenarnya sih aku tuh pendiam banget di dunia nyatanya, tapi kalau di dunia maya dan sosmed tuh jauh berbeda daripada di dunia nyata, seperti aku emang agak cerewet dan suka nanya-nanya terus di WA.

Itulah dari arti sebuah gelas kosong dan pengalaman aku. Jadi gelas kosong itu mengajari bahwa kita gak boleh sok tahu atau sombong mempamerkan kemampuan atau sok tahu gitu tentang penjelasan yang dimaksud dari sang narasumber atau moderator. Padahal pas ditanya ternyata jawaban dari kita salah dan malah mengarang-ngarang sendiri atau aslinya tuh kita malah gak ngerti darin penjelasan itu meskipun kita sok tahu tentang penjelasan itu. Lebih baik mendingan dengarkan dulu penjelasan dari narasumber itu sampai selesai. Habis itu baru deh kita bisa bertanya dan langsung mengerti penjelasan materi yang disampaikan oleh narasumbernya.

Kurang lebih seperti itu deh menurut aku tentang arti gelas kosong. Tuh kan aku masih belum paham juga :((

Satu tanggapan untuk “Memahami arti Gelas Kosong

  1. Mba Alya, aku pun selalu berusaha mengosongkan gelas saaat iikut pelatihan, meski kadang sedikit tahu tapi selalu merasa penasaran. Kalahnya sih sering nggak dibacain pertanyaannya malah hehehe. Semoga kita selalu menjadi pribadi yang leih baik semangat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s