Dear Soul (End)

Di kamar, Chanmi terkejut melihat gambar Songbin bersama wanita itu di cover majalah dengan sedih. Chaejung menghampiri Chanmi dan mulai membuka percakapannya sambil melakukan bahasa isyaratnya. “Songbin itu sebenarnya sahabatku sejak kecil, aku sering bermain dengan dia dan hubungan kami sangat dekat,” Lanjut Chaejung. “Sejak ia pindah ke Busan dan menjadi Aktor, penampilannya menjadi berubah seolah-olah dia itu bukan Songbin yang dulu lagi.”

Chanmi hanya terdiam sambil menatap majalah itu. Sekarang ia baru tahu bahwa Chaejung ternyata adalah sahabat kecilnya Songbin, Chaejung sudah menyukai Songbin sejak lama sebelum Songbin terjun sebagai Aktor.

Aku tahu, kau suka dengan Songbin. Semenjak berita pertunangan itu. Aku sadar, bahwa aku merasa tidak cocok dengan pria itu. Ujar Chanmi sambil melakukan bahasa isyaratnya.

Chaejung menunduk lesu dan tak percaya bahwa Songbin bukan orang yang baik. Dia ternyata cuman hanya menganggap dirinya sebagai teman.

Chanmi menatap ke arah Chaejung sambil menggunakan bahasa isyaratnya. 

Oh iya, kenapa jiwa kita bisa tertukar?

Chanmi sedikit kaget dan langsung melihat ke sekeliling kamarnya seperti mencari sesuatu. Mata Chaejung tertuju ke sebuah lukisan gambar dua pasangan di depan cafe yang ia buat terletak di kanvas pojok kamar.

“Dari lukisan itu?” Kata Chaejung sambil menunjuk ke sebuah lukisannya. Chanmi melihat lukisan itu dengan bingung.

“Aku yang melukiskan gambar itu,” Chaejung menghela nafas sebentar. “Aku bertemu Songbin saat di depan Café. Waktu itu saat aku sedang membeli kopi. Tanpa sengaja, tiba-tiba Songbin menabraku hingga kopi ku tumpah. Untungnya dia baik dan dia langsung menggantikan kopiku.” Chaejung tersenyum lirih sambil mengingat kejadian momen indah saat pertama kali bertemu Songbin lagi di depan Café saat jiwanya di tubuh Chaejung yang dulu.

Chaejung beranjak dan menghampiri ke sebuah laci kecil dan mencari isi laci itu. Chaejung mengeluarkan sebuah kalung pemberian Songbin dulu yang sudah lama ia simpan.

“Songbin memberiku kalung ini sebagai kenang-kenangan kami.” Kata Chaejung sambil menatap kalung yang berbentuk bunga itu.

Chanmi kagum melihat kalung yang indah itu.

Ini indah sekali, Guman Chanmi.

Chanmi mulai berkata dengan bahasa isyaratnya.

Terus, bagaimana cara agar jiwa kita kembali ke tubuh kita semula?

Chaejung menatap ke lukisan itu lagi dan membalsa nya dengan bahasa isyarat. “Bakar lukisan itu,” Kata Chaejung. “Tapi, bisakah aku minta tolong padamu?”

***

Songbin dan sejumlah artis pemainnya  menghadiri acara fanmeet untuk drama terbarunya. Para wartawan dan fotografer tak ada habisnya untuk meliput terhadap para pemain itu. Sedangkan fans-fans yang antusias melihat deretan para pemain itu dibelakang wartawan dan fotografer nya. Selesai menggelar acara fanmeet nya, Songbin dan rekan pemainnya keluar melewati belakang studionya. Saat Songbin sedang berjalan melewati lorong, ia terkejut mendapati Chanmi yang sedang berdiri di depannya. Rupanya, Chanmi ikut menghadiri gelar acara fanmeet drama terbarunya Songbin.

Songbin melihat perempuan itu menatapnya bingung dan berkata. “Hei, Kau kan yang ada di Café itu kan?”

Chanmi hanya bisa diam sekaligus bingung apa yang mau ia ucapkan. Chanmi melangkah mendekati Songbin. Hal itu membuat Songbin menatapnya dengan heran sambil mundur sedikit.

Chanmi mulai melakukan percakapan lewat bahasa isyaratanya.

Kau masih ingat aku?

Songbin masih tidak mengerti arti maksud dari Chanmi. Chanmi mengeluarkan sebuah sesuati dari kantong sakunya dan memperlihatkan sebuah kalung ke Songbin. Songbin terkejut dan baru sadar ternyata yang ia temui perempuan itu di Café ternyata adalah Chaejung.

“Ka…Kau ini Chaejung?” Kata Songbin dengan terkejut.

Chanmi mengangguk kecil sambil menatapnya dengan lirih, Songbin langsung memeluk Chanmi itu dengan erat-erat. Chanmi hanya bisa terdiam dan bingung di dekapannya Songbin.

Aku tidak percaya kau bisa ada disini. Kata Songbin dalam hati.

Mereka melepaskan pelukannya itu dan Songbin menatap Chanmi itu dengan tersenyum. Chanmi berkata sambil melakukan bahasa isyarat.

Aku bangga padamu karena kau sudah jadi Aktor terkenal, Lanjut Chanmi. Aku senang sekali bertemu lagi denganmu.

Chanmi tersenyum karena bisa melihat Songbin lagi dengan sifatnya yang tidak berubah dari dulu.

“Kau tahu, Aku benar-benar merindukanmu.” Seru Songbin.

Aku tahu aku benar merindukanmu dan juga…menyukaimu.Jelas Chanmi sambil melakukan bahasa isyaratnya.

Songbin tersenyum dan membalasnya. “Aku tahu, aku juga menyukaimu, kau tahu?”

Chammi kaget mendengar pernyataan dari Songbin. Padahal Songbin sudah punya tunangan dengan wanita lain.

Tetapi kau lebih bahagia dengan orang lain. Maafkan aku, sebenarnya aku sudah mengagumimu dari dulu. Dan aku sangat berbahagia karena kau menyukai wanita lain. Chanmi meraih tangan Songbin itu dan memberikan kalung itu ke tangan Songbin. Songbin terkejut karena kalung yang ia beri kepada Chanmi itu kini sudah berada di tangannya.

Ini hadiah dariku sebagai kenang-kenangan kita. Mulai saat ini, sekarang kita hanya sahabat. Kata Chanmi dengan bahasa isyaratnya.

Songbin tak percaya dengan perkataan Chanmi itu,

“Aku sebenarnya juga menyukaimu dari dulu. Maafkan aku, seharusnya aku menyatakan cintamu dari dulu.” Ujar Songbin.

Tapi itu dulu, sekarang kita sudah berbeda. Aku yakin kau cocok dengan wanita itu, dan kau juga bahagia bersama wanita itu. Chanmi melanjutkan pembicaraan lagi dengan bahasa istyaratnya. Kita janji akan terus menjaga persahabatan kita dan terus saling kontak.

Chanmi mundur melangkah dan melakukan salam perpisahan.

Sampai jumpa.

Chanmi pergi meninggalkan Songbin sendiri . Chanmi berjalan sambil menatap sedih melewati lorong studio. Chanmi melihat Chaejung yang sedang menunggu di ruang tunggunya. Chaejung hanya bisa menganggu kecil dan menatap Chanmi itu sebagai terimakasih kepada Chaejung sudah membantunya.

***

Di taman, akhirnya mereka membakar lukisan itu ke api unggunnya. Api mulai melahap memakan lukisan itu hingga hangus. Mata Chanmi pedih karena melihat api yang panas, Chaejung menyipitkan matanya agar melindungi matanya dari sinar api yang terlalu silau dan panas.

“Ini sudah berakhir. Mulai sekarang aku sudah melupakan kenangan manis bersama Songbin.” Ujar Chaejung.”Aku berharap jiwa kita akan kembali ke tubuh kita seperti semula.”

“Aku merasa bersalah karena aku sangat keras kepala untuk bertemu dengan Songbin, tapi aku merasa itu cara yang salah.” Chaejung menatap sedih sambil melakukan bahasa isyaratnya.

Chanmi merasa iba dan memegang pundaknya dengan pelan.

Tidak apa-apa, aku senang sekali karena kau adalah perempuan yang baik. Kau pasti juga merindukan Songbin. Kata Chanmi sambil melakukan bahasa isyarat.

Maaf ya, aku jadi suka sama Songbin. Ujar Chanmi dengan bahasa isyaratnya.

“Tidak apa-apa, aku sudah melupakan perasaan ku dengan Songbin. Yang penting kita berharap semoga jiwa kita kembali seperti semula. Kita sudah melupakan seseorang yang kita sukai.” Ujar Chaejung sambil tersenym, begitu juga dengan Chanmi membalasnya dengan senyuman tulus.

“Ayo, kita pulang.” Akhirya mereka pulang dan meninggalkan taman itu dan lukisannya yang sudah hangus terbakar oleh api.

***

Keesokannya, Kini jiwa mereka sudah kembali ke tubuh masing-masing berkat lukisan Chaejung yang sudah dibakar. Jiwa Chaejung sudah berada di tubuhnya seperti semula, begitu juga dengan sebaliknya jiwa Chanmi sudah ke tubuhnya seperti semula. Kini mereka melakukan aktivitas yang normal.

Girlband Daydream memenangkan trofi di acara music sebagai best lagu terbaik. Para penyanyi dan grup-grup lainnya terus memberikan selamat kepada girlband Daydream. Chanmi dan rekan-rekannya tersenyum lebar dan berterimakasih kepada mereka.

Sorenya, Girlband Daydream ditraktir oleh manajernya untuk makan di restoran yang terkenal sebagai perayaan kemenangannya. Semua member sangat senang dan antusias untuk pergi makan bareng disana. Manajer itu memberitahu kepada Chanmi itu bahwa CEO sudah meminta maaf kepada Chanmi atas kesalahpahaman terkait foto skandal yang dulu.

“Tidak apa-apa, aku menerima permintaan maafnya. Lagipula, aku sudah melakukan hal yang terbaik demi membesarkan agensi dan grup ku.” Ujar Chanmi sambil tersenyum.

Chanmi keluar dari gedung Agensi untuk berjalan-jalan sambil menghirup udara segar. Tiba-tiba ia bertemu Songbin sambil membawa sebuah buket bunga mawar merah. Songbin terkejut dan langsung menyembunyikan bunganya. Chanmi tidak tahu untuk siapa bunga itu diberikan dari Songbin, Chanmi hanya bisa menatap sinis dan dingin ke Songbin. Chanmi melanjutkan perjalanan lagi dan meninggalkan Songbin. Songbin terdiam dan hanya bisa menutup mulutnya dengan rapat.

***

Kini, Chaejung menghadiri acara pameran seni di museum Nasional Korea. Chaejung sangat bahagia karena lukisan yang ia buat kini sudah resmi dipamerkan di Museum Nasional Korea. Chaejung segera menaiki ke atas panggung dan menerima sebuah penghargaan dari pemilik museum itu. Para penonton memberi tepukan hangat termasuk kakeknya yang sudah menghadiri di acara pameran seni. Chaejung terharu sambil terus melakukan membungkuk beberapa kali sebagai tanda terimakasih.

Chaejung berjalan sambil menikmati Sungai Han di sore hari. Chaejung mengingat semua momen masa lalu bersama Songbin. Ia selalu ingat dengan momen bersepadaan dan menikmati senja di Sungai Han bersama Songbin. Kini, hanyalah masa lalu. Chaejung sudah tidak bisa lagi bersama Songbin.Tetapi ia berjanji akan terus menjalin hubungan kontak dengan Songbin tanpa bertemu langsung.

Di rumah, Chaejung sedang melukis di kanvasnya dengan anggun. Di lukisan itu terdapat sebuah gambar seorang dirinya yang sedang menikmati senja di pinggir Sungai Han.

Source : Pinterest

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s