Dear Soul (Part 4)

Songbin sudah menunggu 5 menit di pinggiran Sungai Han itu. Songbin melihat jam tangan itu di pergelangan tangannya. Sudah pukul sepuluh malam, Songbin sedikit kesal karena Chaejung datangnya sangat lama.

“Cih, lama sekali gadis itu.” Gerutu Songbin

“Hei”

Songbin terkejut dan menatap ke belakang. Tenyata Chaejung sudah datang dengan tepat waktu di belakang Songbin.

“Akhirnya kau datang juga, lama sekali kau ini.” Kata Songbin

“Maaf, aku kan habis latihan.” Chaejung terkekeh, “Sebenarnya kenapa kau membawaku ke sini?”Tanya Chaejung.

“Aku kesini untuk menanyakan sesuatu.” Kata Songbin.

Bulan Purnama tampak menyinari Kota Seoul, sebuah kapal persiar sedang melintas di sepanjang Sungai Han. Jembatan besar terlihat memancarkan lampu warna-warni sehingga keindahan Sungai han itu sangat indah dan menghiasi di Malam Kota Seoul. Kini mereka menatap di Sungai Han itu. Chaejung sangat senang karena ia bisa bertemu Songbin lagi dan bertemu di tempat yang dulu ia bermain di sini.

“Dulu aku sering bermain dengan gadisku di tempat ini.” Songbin masih mengingat sebuah momen masa lalunya. “Ada seorang gadis kecil yang terlahir dengan bisu. Setiap kali, aku sering bermain dengan gadis itu meskipun dia masih malu. Tetapi aku sering berbicara dengan gadis itu meskipun dia selalu membalas nya dengan bahasa isyaratnya. Untung saja, aku mengerti dengan arti itu dan aku membalasnya sambil melakukan bahasa isyarat ku.” Kata Songbin.

Chaejung terdiam menatapi air sungai han yang jernih. Chaejung sedikit menunduk sambil tersnyum tipis. Baginya, ia terharu karena Songbin adalah sahabat terbaiknya dan Chaejung selalu mengikutinya kemana pun ia pergi. Chaejung berkata. “Wow, cerita itu menarik sekali. Sekarang dimana gadis itu sekaang?” Tanya Chaejung.

“Sejak aku pindah ke Kota Busan. Aku tak bisa bertemu dengan dia lagi. Bahkan, aku sudah lupa dengan kejadian momen bersama gadis itu, dang juga gadis itu. Kami sudah tak pernah lagi saling berhubungan kontak. Tapi aku yakin dia pasti sedang merindukannya, begitu juga denganku. Bagiku, aku sangat menyesal dengan keputusanku ini.” Kata Songbin.

Chaejung sedih mendengar perkataan Songbin itu. Chaejung baru sadar ternyata Songbin masih mengingat dirinya sehingga Songbin sudah lupa dengan kenangan indah nya tentang Chaejung. Chaejung beberapa kali menintikkan air matanya dan berusaha untuk menghapus air matanya.

Songbin menatap Chaejung itu dengan bingung. “Kau kenapa? Kelihatanmu sedang sedih.”

“Ah, tidak kok! Aku hanya sedang pilek saja.” Ujar Chejung sambil mengusap air matanya.

***

Keesokannya, hubungan Songbin dan Chaejung semakin dekat. Sejak Jiwa Chaejung berada di tubuh Chanmi, ia semakin dekat dengan Songbin dan kemanapun ia pergi. Hal itu membuat semua member dan fans-fans nya tidak tahu bahwa mereka sekarang sedang dekat. Bahkan, para media dan paparazzi pun selalu gagal mencari keberadaan mereka itu di seluruh tempat karena hubungan mereka selalu melakukan kencan secara tersembunyi.

Suatu hari Chaejung sedang mengunjung ke kantor agensi untuk latihan, tiba-tiba Chaejung dihampiri oleh seorang Staff dan memberitahu Chaejung untuk segera menemui CEO nya. Hal itu membuat Chaejung merasa takut karena takut ada masalah oleh CEO nya itu.

***

Di ruang CEO, Chaejung hanya bisa menunduk ketika CEO nya sedang melihat-lihat sebuah foto sesuatu di tangannya.

“Maksudnya apa ini?” CEO itu memperlihatkan sebuah foto yang diduga Songbin dan Chaejung yang sedang berduaan di pinggir jalan kepada Chaejung.Foto itu merupakan hasil jepretan dari paparazzi yang selama ini mereka diam-diam terus mengintainya. Chaejung mulai takut sekaligus malu dan terus menunduk agar tidak melihat dari tatapan CEO nya yang terkenal dingin. Padahal Chaejung yakin bahwa foto itu bukan dirinya karena foto wanita itu beda dan sangat tua bersama Songbin itu di fotonya.

“Jangan bilang kalau kamu terlibat kasus skandal ya, saya tidak mau kalau reputasi girlband mu ini jadi anjlok gara-gara kau.” Ujar CEO itu dengan tegas. Chaejung menunduk malu dan membungkuk pelan sebagai tanda permintaan maaf.

“Aku minta maaf, aku sangat menyesal.” Ujar Chaejung dengan lirih.

“Saya peringatkan sekali lagi. Jika kau masih terus dekat dengan pria itu, maka kontrak mu itu akan jadi taruhan.” CEO marah sambil menghempaskan foto-foto itu ke mejanya.

“Baik pak, aku sangat minta maaf, aku permisi.” Chaejung kembali mebungkuk perlahan dan keluar dari ruangannya.

***

Seorang wanita model sedang melakukan sesi pemotretan di studionya untuk sampul majalah terbarunya. Wanita itu sangat cantik,umurnya 30 tahun, rambutnya panjang blonde dan memakai dress kuning. Wanita itu bebas melakukan gaya yang anggun saat di foto oleh fotografernya. Songbin melihat wanita itu di depan studionya. Ia kagum dengan keanggunan wanita itu saat sedang memotret majalah. Selesai melakukan pemotretan, wanita itu menghampiri Songbin itu dengan gembira. “Kau cantik sekali dengan penampilanmu.”Kata Songbin.

“Terima kasih.” Kata wanita itu bernama Hyeyeon sambil mencium pipi Songbin.

“Jadi, kita akan melakukan klarifikasi untuk pertunangan kita?” Seru Hyeyeon.

“Dengan senang hati, kita akan melakukannya di depan media.” Kata Songbin sambil tersenyum.

***

Di ruang latihan, mereka sedang istirahat habis latihan dance, tiba-tiba seorang rekan member datang dengan wajah yang serius sambil membawa sesuatu.

“Unnie, kalian harus melihat ini.” Rekan member itu memperlihatkan sebuah majalah ke hadapan semua member dan Chaejung. Mereka terkejut bahwa foto majalah itu ada sebuah foto Songbin dan wanita model itu. Di majalah itu tertulis bahwa Songbin akan bertunangan dengan wanita model ternama bernama Hyeyeon. Semua member terkejut dan langsung membicarakan satu sama lain mengenai berita skandal Songbin. Sedangkan Chaejung tertuduk lemas dan sedih melihat berita Songbin di majalahnya. Ia tak menyangka bahwa Songbin mulai bertunangan dengan Hyeyeon.

***

Chaejung duduk sambil menikmati pepohonan yang rindang di taman Kota Seoul, ia terdiam paku sambil membayangkan tentang skandal Songbin dengan wanita itu. Ia merasa sedih dan lesu karena tidak menyangka bahwa Songbin punya tunangan dengan wanita lain.

“Kau sendiri saja?”

Chaejung kaget dan menoleh kearah Songbin yang datang menghampirinya. Chaejung langsung membuang muka dari tatapan Songbin itu. “Kenapa kau ke sini?”

“Oh iya, bagaimana kita jalan-jalan du-” Belum selesai bicara, perkataan Songbin langsung di potong oleh perkataan Chaejung dengan tegas.

“Jangan dekati aku!” Tegas Chaejung.

Songbin kaget mendengar perkataan Chaejung yang terlihat kesal.

“Kau ini kenapa?” Tanya Songbin dengan heran.

“Karena ulah paparazzi itu, aku tidak mau dekat denganmu lagi.” Chaejung menatap ke Songbin itu dengan tatapan dingin.

Songbin kaget sekaligus tidak mengerti apa yang dimaksud perkataan Chaejung itu. “Apa maksudmu?”

“Sebaiknya kau tidak usah bertemu dengan ku lagi. Yang dikatakan kau itu benar, seharusnya aku tidak menyukaimu lagi.” Ucap Chaejung.

“Tunggu, aku ini sebenarnya aku menyukaimu diam-diam, makanya itu aku sengaja bertemu denganmu di Sungai Han itu kemarin malam.” Jelas Songbin.

“Aku tahu, tetapi hubungan kita ini cukup disini saja.” Chaejung bangkit dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan taman. “Oh iya satu lagi,” Chaejung berhenti di tempat dan kini mereka hanya berjarak satu meter. “Bukankah kau sudah bertunangan dengan wanita model.” Chaejung melanjutkan jalannya dan pergi meniggalkan Songbin sendiri di tempatnya. Chaejung pergi sambil menghapus air matanya karena merasa di khianati. Sedangkan Songbin hanya diam terpaku sambil menunduk lemas.

***

Di rumah, Chanmi sudah puas melukis gambar-gambar yang sudah hampir memenuhi lukisan itu di kamar.

Hufftt, selesai juga akhirnya, guman Chanmi.

Ia segera merapikan gambar lukisan itu dan menaruhnya dengan rapih, ketika Chanmi sedang asik merapikan gambar lukisan, tiba-tiba ia tak sengaja menemukan sebuah gambar yang lebih indah di antara gambar-gambar lukisan itu yang terpampang di kanvas satu lagi. Chanmi melihat sebuah gambar pasangan yang sedang berduaan di depan café.

Chanmi kagum dengan lukisan itu karena lukisannya sangat indah daripada lukisan buatan Chanmi sendiri. Akhirnya Chanmi selesai merapikan kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di tempat tidur. Chanmi mengambil ponsel dari meja kecilnya itu dan membuka ponselnya. Saat ia melihat-lihat konten di sosmed, tiba-tiba ia terkejut ada sebuah berita bahwa Songbin akan bertunangan dengan seorang model bernama Hyeyeon. Chanmi terkejut dan tidak menyangka bahwa Songbin ternyata menyukai seorang wanita yang lebih tua dari Chanmi.

Apa-apaan ini, tidak bisa dipercaya. Kata Chanmi dalam hati,

Tiba-tiba Chanmi merasa haus dan segera keluar dari kamar untuk segera mengambil air minum di dapurnya. Tiba-tiba sebuah pintu rumah diketuk dari luar oleh seseorang.

Dengan sigap, Chanmi meletakkan gelasnya dan menghampiri ke pintu itu untuk membukanya. Saat membuka pintunya, Chanmi terkejut mendapati Chaejung yang sudah di depan pintunya. Terkejutnya lagi, ia menemukan seorang dirinya yang di dalamnya terdapat jiwanya Chaejung.

“Kau pasti Chanmi ya?” Kata Chaejung.

Chanmi hanya bisa syok dan tidak bisa berkata apa-apa.

“Ada sesuatu yang harus ku bicarakan.” Ujar Chaejung.

Source : Pinterest

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s