Dear Soul (Part 3)

Malamnya, Chaejung masih ingat dengan Pertemuan Songbin itu di Cafe. Chaejung merasa senang karena bisa bertemu Songbin lagi. Chaejung membaringkan di tempat tidurnya itu sambil terus membayangkan pertemuan dengan Songbin. Lampu kamar itu mulai meredup hingga seluruh kamarnya hampir gelap. Banyak sekali tumpukan-tumpukan lukisan disisi kamarnya. Ada aquarium kecil berisi ikan arwana di meja belajarnya. Hal itu membuat kamar Chaejung itu menjadi sempit meskipun kamarnya keliatan luas.

Tiba-tiba Chaejung bangun dari tempat tidurnya dan mempunyai ide. Chaejung segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas ke sebuah canvas yang berdiri tegak yang terletak di dekat jendelanya. Chaejung duduk di bangku kecil dan mengambil kuasnya di gelas kecil yang terletak di sisi bawah kanvas. Ia mulai melukis sebuah gambar tentang dirinya yang pertama kali bertemu Songbin di depan Café. Kuas itu terus menggores kertas kanvas itu dengan warna yang saling bertabrakan sehingga warna lukisan nya menjadi indah. Akhirnya Chaejung selesai melukisnya dan meletakkan kuas itu ke gelas kecilnya. Ia tersenyum melihat lukisan itu yang ia buat. Ia berharap suatu saat ia akan bertemu dengan Songbin lagi dan melakukan kencan bersama-sama.

Di Dorm, Chanmi terlihat sedang asik melihat-lihat foto Songbin di Handphone nya, Ia tersenyum sambil terus ngescroll sosmed itu tanpa henti. Chanmi memutuskan untuk berhenti melihat akun sosmed Songbin itu dan meletakkan Handphone itu ke meja. Chanmi merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamar. Sorang rekan-rekan member sudah tertidur pulas di bawah tempat tidur, hanya Chanmi yang belum bisa tidur dan masih memikirkan pertemuan Songbin di acara Seoul Awards. Chanmi tersenyum sambil membayangkan wajah pria itu yang sangat tampan. Chanmi terus memikirkan Songbin itu hingga dibawa ke alam mimpi.

Keesokan paginya, Chaejung bangun dari tidurnya yang masih nyaman di alam mimpinya. Tiba-tiba Chaejung terkejut bahwa dirinya berada di kamar yang berbeda, kamarnya yang tadinya penuh dengan tumpukan lukisan kini berubah menjadi sebuah kamar yang sangat asing yang bercat warna pink tersebut. Di sekitar kamarnya terdapat banyak sepatu dan baju serta perlatan makeup di kamarnya. Dengan panik, Chaejung beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi. Ia memasuki kamar mandi dan melihat ke cermin. Chaejung terkejut bahwa dirinya berada di tubuh Chanmi. Rambut yang tadinya panjang berwarna coklat kini berubah menjadi rambutnya menjadi panjang berwarna merah sedikit keriting. Fisiknya menjadi seksi dan wajahnya menjadi wajah Chanmi. Chaejung kaget bahwa jiwanya tiba-tiba berpindah ke tubuh Chanmi.

Begitulah dengan Chanmi, yang sangat kaget bahwa jiwanya malah ketukar ke tubuh Chaejung. Paniknya lagi, Chanmi tidak bisa berbicara karena jiwanya ada di tubuh Chaejung yang bisu. Ia meraba wajahnya yang sangat asing di cerminnya dan tubuhnya malah sedikit pendek. Chanmi berusaha untuk mengeluarkan suaranya dari mulutnya, tetapi tidak bisa sehingga Chanmi semakin panik dan terpaksa harus beradaptasi di tubuhnya Chaejung. Begitu sebaliknya dengan Chaejung yang merasa senang sekligus kaget karena pertama kali ia bisa bicara semenjak jiwanya tertukar ke tubuh Chanmi. Tetapi ia juga harus beradaptasi menjalankan seorang idol.

Kenapa tiba-tiba aku menjadi orang lain. Guman mereka.

***

Chaejung harus berdaptasi di tubuh Chanmi sekaligus menjalaninya sebagai Idol. Sedangkan Chanmi mau tak mau ia harus beradaptasi di tubuhnya Chaejung. Beberapa kali Chanmi mencoba melakukan gaya Bahasa isyaratnya seperti gadis bisu. Bahkan, Chanmi mencoba protes ke Kakeknya karena Jiwanya tertukar ke tubuhnya Chaejung, namun Kakeknya justru semakin bingung dengan arti isyarat dari Chanmi dan hanya menganggap kalau Chanmi cuman habis mimpi buruk.

Di Ruang latihan, Chaejung tidak mengerti dengan gerakan para member yang sedang melakukan latihan dance. Ia berusaha mengikuti gerakan member rekannya yang sedang latihan, bahkan ia berkali-kali melakukan gerakan yang salah sehingga Chaejung selalu hampir jatuh dan suka terpeleset. Yoona, rekannya Chaejung sekaligus leader Daydream yang sedang latihan di depannya itu menatap Chaejung dengan kesal. “Kau ini bisa dance yang benar gak?” Semua member terkejut dan langsung menatap ke arah Chaejung. Chaejung sangat kaget karena ia di tegur oleh Yonna dengan suara yang agak keras.

“Kau ini kenapa?” Tanya Yoona. Chaejung merasa bingung sekaligus malu melihat tatatapan para rekan member dengan tatapan tajam. Chaejung hanya bisa menunduk malu dan mengucapkan permintaan maafnya.

“Latihan itu yang benar, ingat konser akan dilaksanakan tinggal beberapa hari lagi.”

Chaejung sangat malu sambil membungkuk pelan. “Maafkan aku.”

“Baiklah, ayo kita lanjutkan lagi latihannya.” Tukas Yoona.

***

Chanmi menatap bingung kearah kanvas didepannya. Sebenarnya Chanmi tidak bisa menggambar dan melukis. Bahkan, ia sangat payah ketika ia menggambar pemandangan. Semenjak dirinya berada di tubuh Chaejung, melukis adalah tantangan terbesar dan tersulit menurut Chanmi. Perlahan-lahan, Chanmi mengambil sebuah kuas dan mulai mencoba menggambar di kanvas. Awalnya ia sangat gugup ketika berusaha untuk menggambar, hasilnya ternyata malah jadi bagus lukisan yang dibuat Chanmi. Chanmi tak percaya bahwa tenyata ia bisa menggambar dengan hasil yang bagus selama ia berusaha menggambarnya. Ia tak menyangka bahwa Chaejung ternyata pandai menggambar.

Tidak bisa di percaya, ternyata selama diriku di tubuh Chaejung aku bisa menggambar, guman Chanmi .

***

Saat selesai Latihan, Chaejung sedang beristirahat bersama rekan-rekannya di ruangan latihan itu, tiba-tiba ada sebuah notice pesan dari ponsel itu. Chaejung segera mengeluarkan Handphone itu dan membuka ponsel itu. Kemudian ia membaca pesan itu.

From : Lee Songbin

To      : Park Chanmi

Kau dimana sekarang? Ketemu aku di pinggiran Sungai Han

Chaejung senang melihat isi pesan dari Songbin itu. Ia tak menyangka akhirnya dirinya bisa bertemu lagi dengan Songbin. Chaejung beranjak dari duduknya dan segera mengambil tas selempang itu untuk bersiap-siap pergi.

“Kau mau kemana?” Kata salah satu rekan member itu.

“Ibuku menyuruhku untuk pulang karena aku mau pergi ke rumah nenek ku.” Kata Chaejung dengan pura-pura.

“Oh, hati-hati ya.” Kata rekannya.

Source : Pinterst

Satu tanggapan untuk “Dear Soul (Part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s