Dear Soul (Part 2)

Malam harinya, mereka sedang makan sambil menonton tv di ruang keluarga. Mereka sedang menikmati makan malam sambil menonton acara Seoul awards yang sedang tayang di TV. Di sebuah acara, sekelompok girlband Daydream sedang menujukkan perfomnya di atas panggung. Chaejung adalah penggemar beratnya Daydream sejak mereka debut. Chaejung menyukai girlband itu karena kemampuan dance nya sangat keren dan vocal nya sangat menakjubkan. Saat scene nya berubah, Chaejung terkejut melihat Songbin menghadiri acara Seoul Awards. Chaejung tak percaya bahwa dirinya ia bisa melihat lagi dengan Songbin di Tv.

Kini penampilan Songbin sedikit berbeda, Rahangnya tegas, rambutnya klimiks bewarna coklat, dan postur tubuhnya jadi besar. Penampilan Songbin tak seperti dulu lagi, tetapi ia yakin bahwa sifatnya Songbin masih seperti dulu dan tidak berubah.

Paginya, Chaejung sedang asyik bermain sosmed di handphone nya. Saat sedang asyik bermain sosmed, Chaejung membaca sebuah acara Fanmeeting Daydream yang akan di selenggarakan di Mall. Melihat berita acara fanmeet itu, Chaejung merasa senang karena ia bisa kesana untuk bertemu dengan idola favoritnya.

Hadiah apa ya yang aku kasih ke mereka, guman Chaejung.

Chaejung memikirkan sejenak untuk masalah hadiah yang akan di berikan ke idolanya nanti. Akhirnya ia punya ide untuk membuat lukisan bergambar Grup Daydream. Chaejung segera mengambil alat-alat lukis dan segera melukiskan gambar tersebut di kanvas nya.

Semoga mereka suka dengan lukisan ku ini. Kata Chaejung dalam hati.

Sorenya, acara gelar fanmeeting pun di mulai. Banyak para fans yang antusias untuk menghadiri acara fanmeet itu. Usai melakukan acara perfomenya, Daydream melanjutkan acara nya dengan handshake dengan fans nya. Semua fans mengantri dengan tertib untuk bertemu dengan idoalnya. Tak jarang, para fans juga membawa sebuah hadiah untuk idolanya. Chaejung melangkah maju dan menaiki panggung itu dan menghampiri member-member Daydream. Chaejung menghampiri salah satu member favoritnya, Chanmi yang sedang duduk bersama rekan-rekannya.

“Hai.” Chanmi menyapa ke Chaejung itu dan mereka saling berpelukan di atas panggung.

Mereka melepaskan pelukannya tersebut dan menatapnya dengan ramah.

Aku senang sekali bisa bertemu dengan anda. Kata Chaejung dengan Bahasa isyarat nya.

Chanmi bingung apa yang dimaksud dengan kata-kata isyaratnya Chaejung.

“Dia itu tunawicara, dia bilang dia sangat senang bisa bertemu dengan kita.” Kata rekannya yang menjelaskan arti isyarat Chaejung itu kepada Chanmi.

“Oh maaf, sekarang aku tahu artinya.” Chanmi terkekeh.

Chaejung mengeluarkan sebuah bingkisan lukisan nya dari tas yang ia bawa tersebut dan langsung memberikannya kepada Chanmi. Chanmi terkagum dengan lukisan bergambar grup Daydream yang Chaejung buat.

Semoga anda suka dengan lukisan ku ini. Kata Chaejung dengan bahasa isyaratnya.

“Wah bagus sekali, terimakasih ya.” Kata Chanmi sambil tersenyum, begitu juga dengan Chaejung yang membalas senyuman itu dengan tersenyum tulus.

**

Sesudah menghadiri Fanmeeting, Chaejung pulang dan menghampiri sebuah Café di pinggiran kota Seoul. Ia memasuki Café itu untuk membeli minuman. Ruangan Café itu luas dan tidak terlalu ramai, banyak sekali meja-meja kosong di deretan-deretan dekat jendela dan sekitarnya. Suasana nya sejuk dan banyak sekali tumbuh-tumbuhan yang terpajang di langit-langit dan pot-pot yang besar. Chaejung menghampiri ke tempat kasir untuk memesan minuman. Sang kasir melayaninya dengan ramah.

“Selamat datang, anda mau pesan apa?” Kata kasir.

Chaejung melihat  deretan-deretan menu yang terpempang di atasnya. Chaejung pun menunjuk jari yang kearah gambar cappuccino di gambarnya, kasir itu menengok ke  belakang dan melihat gambar cappuccino yang di tunjuk Chaeujung itu, Hal itu membuat kasir menatapnya jadi bingung.”Kau.. mau pesan apa?”

Chaejung mengeluarkan ponsel tersebut dan mengetik sesuatu di notes nya, dan memperlihatkan notes itu kepada kasir.

TOLONG, AKU PESAN KOPI CAPPUCINO 1 DAN DI BAWA PULANG

“Oh.. Maaf, baiklah cappuciono satu ya. Tunggu sebentar” Kasir itu mengutak-atik mesin kasir itu dan menyuruh Chaejung itu untuk membayarnya. Chaejung pun membayar uang kepada kasirnya dan menunggu pesan itu. Satu menit kemudian, kasir itu datang dan memberikan Kopi Cappucino nya kepada Chaejung. Chaejung mengangguk pelan sebagai terimaka kasih nya dan pergi keluar dari Café. Saat Chaejung keluar dari Café nya, tiba-tiba Chaejung tak sengaja menabrak Songbin hingga kopi itu jatuh dan tumpah.

“Maaf, aku tidak sengaja.” Songbin kaget dan langsung meminta maaf.

“Maafkan aku, aku memang bodoh. Aku akan segera menggantikan kopi mu.” Sesal Songbin.

Chaejung menatap sedih dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, Chaejung melihat sosok Songbin itu yang terlihat familiar, Rambutnya klimiks berwarna coklat, tinggi, memakai sweater merah, dan memakai celana jeans.

“Tunggu disini, aku akan segera menggantikan kopimu.” Songbin meninggalkan Chaejung itu untuk membeli kopinya. Beberapa menit kemudian, Songbin datang menghampiri Chaejung dan memberi kopi itu kepada Chaejung.

“Maaf, ini kopinya.” Kata Songbin

Chaejung menerima kopinya itu dan mengangguk kepalanya sebagai tanda terimakasih. Namun, Chaejung masih fokus menatap Songbin itu secara dalam-dalam. Hal itu membuat Songbin merasa sedikit tak enak dan menatap Chaejung itu dengan heran.

“Kau ini kenapa?” Ujar Songbin

Chaejung kaget, dan menggeleng kepalanya bahwa ia tidak apa-apa, dan Chaejung langsung meninggalkan Songbin itu.

Source : Pinterest

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s