[BOOK TIME] If Only They Could Talk : Andai Mereka Bisa Bicara

Semenjak memasuki era new normal, akhirnya aku bisa pergi ke toko buku dengan bahagia. Aku bisa beli buku-buku novel yang kusukai dan mencari-cari novel-novel yang bagus dan terbaru. Waktu itu, aku bahagia sekali bisa pergi ke toko buku impian. Dan bisa beli novel baru lagi deh semenjak beberapa bulan sudah tak berkunjung ke toko buku.

Akhirnya hari ini aku sudah menyelesaikan novel kedua ku ini dengan baik. Novel ini adalah novel kedua ku hasil jerih payahnya sampai bolak-balik terus di toko buku agar mencari novel yang harganya murah. Akhirnya aku bisa membeli novel ini, tapi sayang novel nya bukan genre fantasy/ Mystery-Thriller gitu. Tapi novel yang kubeli ini adalah novel tentang dunia hewan gitu. Aku juga lumayan suka sih novel yang bercerita tentang hewan.

Judul : If Only They Could Talk (Andai Mereka Bisa Bicara)

Penulis : James Herriot’s

Genre : Fabel, fiksi

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Hal : 312

ISBN : 978-602-03-2883-6

Blurb :

Ketika James Herriot yang baru lulus sebagai dokter hewan tiba di desa kecil Darrowby, Yorkshire, dia tak punya bayangan sedikit pun tentang kehidupan yang akan dijalaninya, teman-teman baru yang akan di jumpainya, atau berbagai petualangan yang telah menunggunya.

Buku ini menceritakan tahun pertama James Herriot sebagai dokter hewan di desa Darrowby yang indah, kehidupan sehari-harinya bersama Siegfried Farnon yang eksentrik dan Tristan Farnon yang selalu sial, dan para pertenak serta binatang-binatang mereka yang mengandalkan bantuannya.

Novel ini menceritakan seorang Mr. James Herriot yang menjalani kehidupan sebagai dokter hewan di Desa Darrowby. Novel ini menceritakan kisah dokter hewan yang berusaha menangani hewan-hewan ternak di Desa Darrowby tersebut, banyak sekali rintangan dan masalah yang selalu di hadapinya. Meskipun selalu di perlakukan para pertenak baik dengan ramah maupun buruk, Mr. James tetap kuat untuk menjalani hari-harinya sebagai dokter hewan.

Di sini James tidak hanya sendiri saja menjalankan sebagai dokter. Masih ada karakter-karakter tokoh yang selalu mendampingi Mr. James. Seperti Siegfried yang juga merupakan dokter hewan dan di kenal dengan sifat yang agak keras dan sedikit malas, Siegfried lah yang memberi tumpangannya kepada Mr. James untuk tinggal di Rumah Siegfried semasa Mr. James mulai bekerja sebagai dokter hewan. Ada juga karakter Tristan, adiknya Siegfriesd yang suka bikin masalah dan juga malas. Hal itu membuat Tristan kerap di bentak oleh kakaknya. Meskipun sering kena bentakan keras oleh Siegfried, tetapi sikap Tristan malah santai-santai saja seolah-olah seperti tidak peduli dengan omelan kakaknya. Tetapi Tristan juga membantu Mr. James untuk melakukan penyelamatan hewan dan membantu membedah hewan-hewan ternak, begitu juga dengan Siegfried yang juga ikutan membantunya.

Untuk cover novel nya sih bagus, dan desain gambarnya gambar hewan- gitu sehingga novel ini seolah-olah ceritanya tuh tentang hewan. Dan juga gaya bahasa tulisan itu semuanya pake sudut pandang nya ‘Aku’ yang membuat aku jadi nyaman membaca novel ini karena James lah yang menceritakan cerita ini sekaligus menceritakan pengalaman dirinya. Namun sayang sekali sih gak ada biografi singkat tentang penulis James Herriot di belakang halaman novelnya sehingga membuat ku gak tahu James Herriot itu siapa sih sebenarnya. Alur nya benar-benar ringan soalnya ini tentang kehidupan perjalanan dokter hewan dan gak terlalu berat lah ceritanya, kata aku sih konflik nya nggak terlalu banyak juga.

Dari kesimpulan ku, novel ini lumayan bagus dan alur nya juga ringan dan nyaman untuk di baca. Namun sayangnya, aku menemukan beberapa kata-kata yang typo di isi novel ini. Sehingga lidah aku suka terpeleset saat aku membaca novel ini.

Novel ini cocok buat mahasiswa jurusan kedokteran atau bagi kalian yang pecinta hewan, mungkin novel ini adalah salah satu recommend yang wajib kalian baca jika kalian benar-benar pecinta hewan

22 tanggapan untuk “[BOOK TIME] If Only They Could Talk : Andai Mereka Bisa Bicara

  1. Dari review-nya mengingatkanku ke Serial favoritku Greys Anatomy, walau di serial itu bukan menceritakan mengenai dokter hewan tapi relate secara dunia medis. Bikin penasaran dengan isi bukunya deh, hihi

    Suka

  2. jadi inget dulu kuliah suka lewat fakultas kedokteran hewan pas mau ketemu sama dosen di IPB hehe. setiap minggu saya juga suka jalan2 deket fak kedokteran hewan karena ada beberapa peternakan kuda dan sapi sekalian lihatin si sulung waktu masih kecil. kalau udah bacanovel fiksi mmg bisa asik sendiri ya kak.

    Suka

  3. Dulu aku juga suka berburu novel , ke perpustakaan hampir tiap minggu, terus beli juga ke toko buku, sudah beberapa tahun ga baca novel lagi, sepertinya harus mulai dibiasakan lagi nih baca novel, novel fabel seperti ini aku juga suka .

    Suka

  4. Gak ngebosenin kah baca novel yg ceritanya seperti ini? Hehe.. kalo aku sukanya novel yg ceritanya lebih menantang dan ada unsur petualangannya. Jadi, aku bisa bertualang virtual dlm pikiranku sendiri hoho

    Suka

  5. wah, terus terang saya belum pernah membaca genre buku seperti ini, menarik juga kalau para hewan bisa berbicara. Pasti banyak konflik ala Grey’s Anatomy nya versi hewan.

    Suka

  6. Ngomongin soal dokter hewan, di kita anak muda nya masih ada yg minat jadi dokter hewan gak ya? Soalnya di Cianjur Selatan nih tempat saya tinggal, ga ada tuh dokter hewan. Dokter mata (manusia) dan dokter gigi (manusia) aja ga ada, apalagi dokter hewan…

    Bukunya sepertinya hanya diminati oleh yang bener bener suka hewan dan dunia pengobatan nih
    Salam
    Okti Li

    Suka

  7. Tampaknya novel ini bisa dibaca untuk anak-anak juga ya, mengenalkan kecintaan mereka kepada binatang. Saya sendiri belum pernah ke toko buku lagi nih semenjak pandemi. Order buku yang tadinya lewat market place pun kini malah nggak, dan memilih layanan digital seperti GD dan Kindle.
    Tapi memang ada kepuasan sendiri ya ketika membuka halaman buku ketimbang halaman digital.

    Suka

  8. aku dulu kuliah di kedokteran hewan karena emang pengen gitu ngomong sama hewan. sayangnya ga lanjut dokter hewan cuma sampai sarjana *lah curcol
    tapi emang sering bayangin gimana ya kalau aku bisa denger mereka ngomong xD

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s