Ketika merayakan Lebaran di saat Pandemi

Hari Lebaran adalah hari paling istimewa bagi umat Muslim. Lebaran adalah salah satu hari raya kemenangan islam setelah berhasil melewati masa-masa di Bulan Ramadhan. Dimana hari itu kita sangat bersuka cita dan bersilaturahmi serta merayakan kemenangan ini bersama keluarga/ orang-orang terdekat. Bahkan saling bermaaf-maafan pun adalah salah satu tradisi yang paling wajib selama Lebaran ini. Semua keluarga besar dan kerbatnya pun berkumpul bersama di rumahnya untuk merayakan kemanagan selama Lebaran. Bersilahturahmi, maaf-maafan, dan acara makan ketupat/lontong pun adalah ciri khas dalam tradisi Hari Lebaran. Dan hal-hal yang paling spesial dan sangat di tunggu-tunggu itu adalah THR. Menurut ku, THR adalah sebuah harta karun di nanti oleh masyarakat, termasuk anak-anak. Jika hari Natal itu identik dengan sebuah hadiah berupa kado, berarti kalau Hari Lebaran pasti identiknya dengan uang THR. Gak cuman di Lebaran saja yang hanya ada THR nya saja, bahkan hari besar agama lain pun juga ada tradisi dapat THR, seperti Hari imlek misalnya.

Lebaran itu adalah momen sangat spesial bagi umat muslim ini. Berkumpul bersama keluarga besar, kerabat, atau teman-teman pun adalah hal yang sangat menyenangkan dan bahagia bagi masyarakatnya. Namun itu hanya saat tahun-tahun sebelumnya atau biasanya. Mungkin Lebaran tahun ini rasanya hambar banget dan terasa berbeda sekali. Semenjak virus Corona menyerang seluruh dunia, Semua orang tidak bisa merayakan hari agama besar bersama keluarga besar lagi, Apalagi Lebaran ini. Berasa hampa banget tanpa merayakan bersama kerabat dan sepupu. Meskipun tidak bisa merayakan bersama para kerabat dan sepupunya, kita masih bersyukur punya keluarga yang kita sayangi di Rumah sehingga sudah cukup merayakan hari lebaran ini bersama keluarga tercinta. Belum lagi tradisi mudik yang biasanya hampir seluruh ruas-ruas jalan itu macet banget, ramai, atau berkunjung ke rumah kerabat yang sedang mengadakan acara open house di sana. Kini kita tidak bisa lagi berpergian jauh untuk sekedar mudik/ kunjung open house di rumah kerabat.

Semenjak masih menerapkan PSBB dan Social distancing, pemerintah pun kini mekarang kepada masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga besar dan juga mudik. Hal ini karena untuk mencegah pemutusan penyebaran virus Corona. Apalagi sholat ied adalah hal wajib untuk menjalakan saat lebaran pun harus sholat di rumah aja. Tapi ada juga beberapa wilayah yang dimana ada juga yang boleh menjalankan sholat ied langsung di masjid jika beberapa wilayah itu sudah dalam keadaan zona hijau. Seperti Kota ku ini tepatnya di Kota bekasi. Di perumahan aku, Alhamdulillah warga di perumahan di sekitar sini sekarang sudah boleh sholat ied langsung di Masjid meskipun tata jaga jarak nya tetap harus di lakukan.

Meskipun kita tidak bisa bertemu langsung dengan kerabat-kerabat keluarga besar, tapi kita tetap juga bisa bertemu dengan kerabat-kerabat dekat kita lewat video call atau aplikasi Zoom yang akhir-akhir ini menjadi sangat tren selama Pandemi ini. Video call adalah salah satu cara paling alternatif untuk bersilaturahmi online bersama keluarga besar kita. Hal-hal sederhana ini sudah cukup kita merasa senang dan beryukur bisa bersilaturahmi bersama kerabat-kerabat dekat kita meskipun hanya sebatas video call.

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya guys. Meskipun lebaran ini terasa berbeda, kita harus bersyukur bisa merayakan bersama keluarga kita cintai selama dan kita juga sudah merasa aman di Rumah selama Pandemi ini. Dan juga kita tetap bisa bertemu serta bersilaturahmi dengan kerabat-kerabat dekat kita lewat video call.

Jaga kesehatan ya guyss. Semoga Allah senantiasa melindungi kita.

2 tanggapan untuk “Ketika merayakan Lebaran di saat Pandemi

  1. lebaran kali ini sangat berbeda, nggak bisa kerumah sodara di luar kota, akses transport juga sudah ditutup. selesai solat id, video call-an dengan sodara sodara, tamu dirumah hanya sodara dekat saja yang sekota
    semoga lebaran taun depan udah kembali normal lagi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s