Mendekam Di Sebuah Rumah

Udah hampir sebulan kita terkurung dari Rumah sejak masa karantina dan social distancing. Corona gak ada matinya, masih aja berkeliaran dan jumlah pasien tambah banyak. Dan belum lagi pemerintah sudah menerapkan kebijakan baru dimana semua kegiatan sosial dan acara massal benar-benar di batasi dengan skala besar yang di namakan dengan kebijakan PSBB. PSBB sudah di terapkan di berbagai kota termasuk Jabodetabek yang di mana kota tinggalku ada di situ, yaitu Kota Bekasi.

Kini aku terkurung di Rumah dan tidak boleh keluar rumah. Banyak yang bilang jika ada yang langgar keluar rumah (termasuk jika yang nongkrong-nongkrong di tempat), bakal di tangkap oleh aparat petugas dan akan di pidana. Ini serem sih menurut aku tapi aku gak tahu apa itu benar atau nggak, I dont know. Dan WFH masih tetap di lakukan di rumah meski sebagian kantor masih tetap untuk bekerja di kantoran, seperti industri pangan/produk, rumah sakit, Apotek, berdagang, atau layanan ojek online. Sedangkan kita hanya tetap bertahan di rumah.

Sudah beberapa minggu aku masih mendekam di rumah. Gak bisa keluar dari rumah dan keluar rumah pun aku malas. Menurut ku, tetap di rumah saja seperti serasa tahanan rumah. Dimana aku gak bisa keluar rumah selain aku masih di rumah saja. Benar-benar harus di rumah dan kuliah online selama pademi berlangsung. Jika aku keluar rumah tapi gak penting banget kayak nongkrong-nongkrong bareng teman gitu itu pasti melanggar. Bisa-bisa aku bakal di usir deh, wkwkwk. Tapi jika mau keluar dari rumah, harus pake masker dulu donk biar gak tertular virus corona. Baik di tempat umum maupun berjemur di pagi hari seperti jalan-jalan (jogging).

Awalnya sih libur sekolah/kampus gitu, udah termasuk hal yang bikin senang oleh para murid & mahasiswa. Bahkan mereka pada bebas di rumah seperti tidur, nonton tv, main games, dan main bareng teman. Tapi kalau masalah bermain sama teman-teman itu di larang loh selama karantina rumah. Ya iyalah, demi kesehatan kita, kita rela bertemu atau membatasi dengan teman-teman atau kerabat dekat kita. Atau cara paling alternatif nya adalah video call atau chat bersama teman-teman dan kerabat.

MASIH SENANG LIBUR SELAMA PADEMIK CORONA ??

Libur sekolah/kuliah gini enak banget kok, dan kita bisa bermain di rumah seperti tidur, main game, dan makan. Awalnya sih senang banget liburan sekolah/kampus gini karena udah jenuh selama di sekolah atau kampus terus. Tapi beberapa hari-hari selanjutnya, tiba-tiba kok jadi bete ya, mau keluar tapi gak boleh. Mau bertemu teman-teman gak bisa. Semenjak karantina panjang akibat ulah virus corona, Kita semakin bete dan bosan banget di rumah. Kok kayak serasa jadi tahanan rumah ya, keluar gak boleh, bertemu orang-orang tapi takut tertular, kumpul-kumpul bersama teman-teman nanti bakalan di usir oleh petugas karena di kira kita keluyuran saat karantina rumah. Di situ kadang merasa sedih 😦

Beginilah kicauan-kicauan netizen dan warganet saat mulai merasa gak kuat dan semakin bosan di rumah. Lah kan kalian juga bisa main game, kan kalian bisa video call denganteman-teman kalian, segini saja kalian masih bosan ? Mungkin bagi anak introvert, justru tidak mengeluh dan malah nambah senang dan bisa rebahan lagi di rumah semakin karantinanya di perpanjang lagi.

“Ngeluh? boleh, capek juga boleh, bosen? boleh , nyerah? jangan, jalani kehidupan sebaik mungkin , stay strong, i love you all”

Kutipan dari video meme yang viral tahun 2019 yang berjudul NYERAH? JANGAN !

Meski kalian masih tetap #Dirumahaja , alangkah baiknya kita juga bisa melakukan hobi dan minat yang kalian sukai di rumah, seperti membaca buku, ngeblog, dan menggambar. Kalian tetap belajar di rumah donk lewat class online yang sudah di persiapkan oleh guru dan kalian juga bisa bertemu dengan-dengan teman kalian saat class online berlangsung. Atau kalian juga bisa olahraga kecil di rumah dan istirahat yang cukup. Jangan lupa jaga kesehatan kalian ya.

SEMANGAAT !!!

Satu tanggapan untuk “Mendekam Di Sebuah Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s